LONDON - Sebuah kerumunan besar demonstran yang mendukung Palestina telah memadati jalanan di depan Kedutaan Besar Israel di London, Inggris. Suar dan kembang api dinyalakan dalam demonstrasi di Kensington itu, sementara sebagian besar peserta demonstrasi mengeluarkan teriakan "Bebaskan Palestina" dan "Israel adalah negara teroris".
Beberapa bagian dari gedung kedutaan telah ditutup dengan gerbang dan kayu, dan produk-produk yang mendukung Palestina juga dijual di tepi jalan.
Dalam pernyataannya, Palestine Solidarity Campaign, yang mengorganisir demonstrasi tersebut mengatakan bahwa perlu ada pemahaman mengenai konteks dari serangan Hamas ke kota-kota Israel, terutama berkaitan dengan pendudukan militer Israel di tanah Palestina yang telah berlangsung selama beberapa dekade. Israel juga menerapkan sistem yang sesuai dengan definisi apartheid terhadap warga Palestina, termasuk di Gaza dan Tepi Barat.
“Ini adalah konteks di mana kita perlu memahami siklus kekerasan. Jika kekerasan ingin diakhiri, baik yang dilakukan oleh penindas maupun yang tertindas, maka kita semua harus mengambil tindakan untuk mengakhiri akar permasalahan – apartheid Israel dan penindasan terhadap warga Palestina," kata kelompok tersebut, sebagaimana dilansir Mirror.
Sebelumnya di malam yang sama, sekira 2.000 warga Israel berkumpul di luar Downing Street untuk mengenang para korban dan sandera kelompok Hamas. Sejumlah polisi telah ditempatkan untuk menjaga agar kedua kelompok tersebut tetap terpisah. Dilaporkan bahwa satu orang telah ditangkap dalam peristiwa tersebut.
Acara tersebut diselenggarakan oleh Dewan Deputi Yahudi Inggris dan Dewan Kepemimpinan Yahudi. Dalam kerumunan yang berjumlah sekira 1.500-2.000 orang, terdengar teriakan "lepaskan anak-anak kita."
Banyak peserta acara membawa gambar Noa Argamani, seorang wanita Israel yang telah diculik oleh militan Hamas. Selain itu, ada yang mengibarkan bendera Israel dan spanduk yang menunjukkan dukungan terhadap Israel.
Hamas melancarkan serangan di wilayah dekat perbatasan Gaza pada Sabtu, (7/10/2023) menandai eskalasi yang belum pernah terjadi sebelumnya selama beberapa dekade konflik berkecamuk antara Israel dan Palestina. Sebagai tanggapan, Israel merespons dengan serangkaian serangan udara yang menghancurkan wilayah tersebut.
Hamas mengancam akan membunuh seorang warga sipil Israel yang ditahan oleh mereka setiap kali Israel menargetkan warga sipil Palestina di Gaza "tanpa memberikan peringatan sebelumnya". Ancaman ini disampaikan oleh juru bicara sayap bersenjata Hamas, Abu Obeida, dalam pesan audio yang dirilis pada Senin malam.
Menteri Luar Negeri Israel, Eli Cohen, memberikan peringatan kepada Hamas, menekankan agar mereka tidak melukai salah satu dari sandera mereka. Ia mengatakan, "Kejahatan perang ini tidak akan mendapatkan pengampunan."
Lebih dari 1.200 orang telah dikonfirmasi tewas termasuk puluhan warga asing, sementara ribuan lainnya luka-luka dalam kekerasan yang terjadi sejak Sabtu.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.