YERUSALEM – Pejuang Hamas di Palestina mengatakan pada Selasa, (10/10/2023), bahwa pasukannya akan mengeksekusi satu tawanan Israel setiap kali Israel mengebom rumah-rumah warga sipil Palestina di Gaza tanpa peringatan.
"Kami mengumumkan bahwa setiap penargetan terhadap rakyat kami yang aman di rumah mereka tanpa peringatan, dengan menyesal akan kami balas dengan eksekusi terhadap para sandera sipil musuh kami," kata Juru Bicara Hasam Abu Ubaida, sebagaimana dikutip dari NBC News.
Ancaman Ubaida terhadap Israel ini ditujukan karena adanya serangan-serangan intens yang terjadi di daerah-daerah sipil di Gaza, di mana penduduk yang menetap di sana sangat padat. Israel mengirim 300.000 tentara yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk memblokade Jalur Gaza.
"Saya memerintahkan pengepungan penuh di Jalur Gaza. Tidak ada listrik, tidak ada makanan, tidak ada gas, semuanya ditutup. Kami memerangi manusia binatang, dan kami bertindak sesuai dengan itu," ucap Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant.
Situasi menjadi semakin memanas ketika Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menanggapi bahwa serangan-serangan di Gaza tersebut “baru permulaan”.
Dilansir dari Onmanorama, jumlah korban tewas akibat serangan Hamas terus bertambah menjadi 900 warga Israel, dengan 2.600 orang luka-luka dan puluhan lainnya ditawan. Di antara korban tewas tersebut, sebanyak 260 anak-anak muda tewas ditembak dalam sebuah pesta di gurun pasir.