Sedangkan dari pihak Palestina, Kementerian Kesehatan Palestina menyatakan bahwa sebanyak 687 warga Palestina tewas dan 3.726 lainnya terluka karena tertimpa bangunan dalam serangan bom Israel sejak Sabtu, (7/10/2023).
Serangan udara pasukan Israel di Palestina yang menghancurkan blok-blok apartemen dan rumah sakit ini juga telah mengundang perhatian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Sekretaris Jenderal PBB António Guterres mengutuk penembakan terhadap rumah sakit dan tempat penampungan di Jalur Gaza dan menyerukan agar PBB dapat mengirimkan bantuan kemanusiaan dalam sebuah pertemuan darurat dengan para pemimpin senior PBB.
Guterres memperingatkan bahwa operasi militer Israel harus dilakukan sesuai dengan hukum kemanusiaan internasional.
Tidak hanya itu, ia juga mengutuk penangkapan sandera oleh Hamas, baik warga sipil maupun anggota militer. Dikutip dari NBC News, Gutteres mengungkapkan bahwa ia “sangat tertekan” dengan situasi yang semakin memburuk ini.
"Sudah waktunya untuk mengakhiri lingkaran setan pertumpahan darah, kebencian, dan polarisasi ini," ungkapnya.
(Susi Susanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.