Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah Sedih Warga Palestina yang Terus Diserang saat Kekerasan Meningkat di Tepi Barat

Susi Susanti , Jurnalis-Sabtu, 21 Oktober 2023 |16:28 WIB
Kisah Sedih Warga Palestina yang Terus Diserang saat Kekerasan Meningkat di Tepi Barat
Warga Palestina terus diserang saat kekerasan meningkat di Tepi Barat (Foto: Reuters)
A
A
A

Wadi meletakkan ponselnya dan melanjutkan berpakaian. Ada empat pria di lemari es di rumah sakit yang perlu dibawa pulang. Dia tidak akan tergoyahkan oleh ancaman, katanya. Dia sudah mendengar terlalu banyak.

Wadi tidak mungkin mengetahui bahwa, dalam waktu beberapa jam, pemukim garis keras Israel akan menghadapi prosesi pemakaman dan saudara laki-laki serta keponakannya akan ditembak mati.

“Jika kita menunda satu atau bahkan dua hari, apa gunanya?,” ucap Wadi sambil duduk di halaman rumah keluarganya yang teduh di Qusra.

“Apakah menurut Anda para pemukim akan meninggalkan tempat ini pada hari kedua?,” lanjutnya.

Menurut kantor kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), minggu setelah serangan mematikan Hamas adalah minggu paling mematikan bagi warga Palestina di Tepi Barat sejak mereka mulai melaporkan korban jiwa pada 2005, dengan setidaknya 75 warga Palestina dibunuh oleh militer atau pemukim Israel. Lalu insiden kekerasan terhadap pemukim meningkat dari rata-rata tiga hari menjadi delapan kejadian per hari.

Dalam satu serangan terhadap kamp pengungsi Palestina, dan serangan udara yang jarang terjadi di wilayah tersebut, pada Kamis (12/10/2023), pasukan Israel menewaskan sedikitnya 12 orang. Polisi Israel mengatakan seorang petugas tewas.

PBB pada pekan ini mengatakan ada risiko nyata bahwa wilayah yang diduduki akan lepas kendali.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement