Di sekeliling tempat pagelaran wayang, Sunan Kalijaga lalu membuat parit yang mengalir di dalamnya air yang jernih. Parit ini dibuat untuk melatih para penonton wayang agar mencuci kaki sebelum masuk masjid.
Sunan Kalijaga melakukan perjalanan berkeliling untuk berdakwah, keluar masuk hutan dan pegunungan, siang malam. Kegiatan dakwahnya itu membuatnya dikenal sebagai “mubaligh keliling” atau Dai keliling.
Sebagai ulama besar atau seorang wali memiliki karisma tersendiri di antara wali-wali yang lain, paling terkenal di berbagai lapisan masyarakat apalagi kalangan bawah. Di sebagian tempat dia juga dikenal bernama “Syeh Malaya”.
Sunan Kalijaga merupakan seorang ahli budaya, yang mengenalkan agama secara luwes tanpa menghilangkan adat-istiadat atau kesenian daerah (adat lama yang ia beri warna Islami).
(RIN)
(Rani Hardjanti)