NEW YORK - China dilaporkan telah menghapus Israel dari peta digital online terkemuka setelah pecahnya perang melawan Hamas.
The Wall Street Journal melaporkan pada Selasa, (31/10/2023) bahwa pengguna internet di China mengungkapkan kebingungannya karena nama Israel tidak lagi muncul di peta digital online utama dari Baidu dan Alibaba.
BACA JUGA:
Peta online Baidu berbahasa Mandarin membatasi perbatasan Israel, serta wilayah Palestina, dan kota-kota utama yang diakui secara internasional. Namun, peta tersebut tidak secara jelas mengidentifikasi nama negara tersebut.
Laporan tersebut menyatakan bahwa nama Israel juga telah hilang dari peta online yang dibuat oleh Amap milik Alibaba, yang bahkan menandai negara-negara kecil seperti Luksemburg.
Kedua perusahaan tidak segera menjawab pertanyaan terkait hal ini.

Peta Baidu dari 31 Oktober 2023 dan 3 November 2022 yang tidak menampilkan nama Israel. (Rybar)
Sementara itu grup Telegram Rybar melaporkan bahwa nama Israel telah hilang dari peta Baidu bahkan sebelum pecahnya perang dengan Hamas. Rybar membandingkan dua tangkapan layar peta Baidu, satu dari 31 Oktober 2023, sementara satu lagi dari 3 November 2022, dimana pada kedua peta tersebut nama China untuk Israel (以色列) sama sekali tidak tampak.
Rybar juga melaporkan bahwa nama Israel masih bisa ditemukan di Baidu, setidaknya melalui aplikasi ponsel, dengan mencarinya menggunakan karakter mandarin.
Berita ini muncul hanya beberapa hari setelah laporan sebelumnya di The New York Times mengenai lonjakan ekspresi antisemit di media sosial China setelah perang dengan Hamas.