Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Israel Putuskan Semua Kontak dengan Gaza, Kirim Pekerja ke Daerah yang Terkepung

Susi Susanti , Jurnalis-Jum'at, 03 November 2023 |20:06 WIB
Israel Putuskan Semua Kontak dengan Gaza, Kirim Pekerja ke Daerah yang Terkepung
Israel putuskan semua kontak dengan Gaza dan kembalikan pekerja ke wilayah terkepung (Foto: Reuters)
A
A
A

GAZAKabinet Keamanan Israel mengumumkan pada Kamis (2/11/2023) mengatakan Israel akan mengembalikan warga Gaza yang bekerja di negara tersebut kembali ke daerah kantong Palestina yang terkepung. Kabinet menambahkan bahwa mereka juga akan memutuskan kontak dengan Gaza.

Sebelum serangan teror dan penculikan yang dilakukan Hamas pada 7 Oktober lalu, sekitar 18.000 warga Gaza memiliki izin untuk menyeberang ke Israel dan bekerja, di mana mereka dapat memperoleh penghasilan yang jauh lebih besar daripada di Gaza.

“Israel memutuskan semua kontak dengan Gaza. Tidak akan ada lagi pekerja Palestina yang berasal dari Gaza. Para pekerja dari Gaza yang berada di Israel pada hari pecahnya perang akan dikembalikan ke Gaza,” kata kantor pers pemerintah, pada Kamis (2/11/2023).

Pernyataan tersebut tidak merinci bagaimana atau kapan para pekerja akan kembali ke zona perang aktif yang dibombardir ratusan kali setiap hari.

Kabinet juga mengatakan akan memotong dana yang ditujukan untuk Gaza, termasuk dana dari Otoritas Palestina – sebuah badan pemerintah terpisah dengan pemerintahan mandiri terbatas di Tepi Barat – yang akan disalurkan ke Jalur Gaza.

Selama beberapa tahun terakhir, Israel mulai mengeluarkan ribuan izin kerja bagi warga Gaza untuk menyeberang ke Israel sebagai bagian dari strategi insentif ekonomi yang diharapkan pemerintah Israel akan mendorong warga Gaza untuk menjauhkan diri dari Hamas.

Warga Gaza di Tepi Barat mengatakan kepada CNN pada bulan lalu bahwa mendapatkan izin kerja untuk Israel memungkinkan mereka menjadi pencari nafkah utama. Banyak dari mereka adalah satu-satunya anggota keluarga mereka yang memiliki pekerjaan dan gaji yang mereka peroleh di Israel berkali-kali lipat lebih tinggi dibandingkan gaji yang mereka peroleh di Gaza.

Menyusul serangan teror Hamas di tanah Israel, yang menewaskan 1.400 orang, sebagian besar adalah warga sipil, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menutup semua akses ke daerah kantong tersebut dan banyak warga Gaza yang bekerja di Israel terjebak.

“Saya selalu menginginkan ini karena situasi di Gaza sangat buruk. Situasi keuangan, utang perekonomian nol. Tidak ada peluang kerja,” kata Ismail Abd Almagid kepada CNN bulan lalu, sambil menambahkan bahwa dia telah menganggur sampai dia mendapatkan izin tersebut.

Menurut data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 2022, tingkat pengangguran di Gaza termasuk yang tertinggi di dunia, dengan hampir separuh penduduknya menganggur, Lebih dari 80% penduduknya hidup dalam kemiskinan.

“Setidaknya selama satu setengah dekade terakhir, situasi sosial-ekonomi di Gaza terus mengalami penurunan,” kata UNRWA, badan bantuan utama PBB di wilayah kantong tersebut, pada Agustus lalu.

Selama hampir 17 tahun, Gaza hampir terputus total dari dunia luar, dengan pembatasan ketat terhadap pergerakan barang dan manusia.

Daerah kantong seluas 140 mil persegi ini dikuasai oleh Hamas tetapi diblokade oleh Israel dan Mesir, sejak 2007, dan sangat bergantung pada bahan bakar dan listrik impor untuk menjalankan semua layanannya.

Menanggapi serangan teror Hamas, Israel memberlakukan “pengepungan total” terhadap wilayah kantong tersebut dan menghentikan semua pasokan makanan, air, obat-obatan, dan bahan bakar memasuki Gaza, sehingga memperparah krisis kemanusiaan.

(Susi Susanti)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement