Ganjar menguraikan tiga pilar programnya untuk mewujudkan Indonesia yang unggul, yaitu "future work," "future ekonomi," dan "future talent." Ini mencakup pembangunan ekonomi yang berdiri di atas kaki sendiri, pemerataan pembangunan ekonomi, dan upaya menjaga lingkungan melalui ekonomi berkelanjutan yang berfokus pada lingkungan hijau dan biru.
Selain itu, ia juga menyampaikan pentingnya teknologi digital yang tidak bisa dihindari karena sebagian besar penduduk Indonesia menghabiskan waktu lebih dari lima jam sehari untuk terhubung dengan internet.
Mantan Gubernur Jawa Tengah itu menekankan bahwa Indonesia harus menjadi produsen dalam ekosistem digital dan tidak hanya konsumen. Transaksi digital di Indonesia memiliki potensi besar, dengan ekonomi senilai 4.531 triliun rupiah.
“Transaksi digital kita besar, dengan potensi ekonomi 4.531 triliun. Maka harus terbiasa dengan industri digital,” kata Ganjar kepada para audiens LDII.
Sosok berambut putih itu juga membahas soal transisi ke energi terbarukan dan perlindungan lingkungan dalam Rakernas LDII. Upaya ini memerlukan investasi besar dan tentu akan menciptakan lapangan kerja.