JGU menjelaskan kronologi kegiatan bahwa acara tersebut merupakan kegiatan fun & games yang dilakukan mahasiswa untuk memilih ketua angkatan dengan cara mencari lambang/logo ORMAWA yang dimasukkan di lumpur area outbound buatan disertai menyanyikan yel-yel untuk menilai kekompakan.
Metode ini atas usulan mahasiswa dan disetujui seluruh peserta. Di akhir kegiatan, peserta diperbolehkan mengekspresikan kebersamaan dengan mengajak panitia mahasiswa untuk bergabung dalam kegiatan seperti yang ada di video tersebut. “Kegiatan LDKM dimonitor dan diawasi dosen penanggung jawab masing-masing ORMAWA," tulisnya.
JGU menyangkal perpeloncoan dalam narasi video di media sosial. Informasi tersebut keliru dan tidak ada bukti yang mendukung dugaan tersebut.
"Dalam investigasi yang dilakukan universitas, kami tidak menemukan bukti yang mendukung klaim tersebut. Kegiatan LDKM yang terdokumentasi sepenuhnya merupakan latihan kepemimpinan yang berlangsung dengan baik dan sesuai pedoman berlaku," ujarnya.
Kegiatan LDKM pada video yang dimaksud dilakukan selama 3 hari mulai 20-22 Oktober 2023 di Balai Diklat LHK Rumpin Bogor.
"Maksud dan tujuan kegiatan yang ada di video tersebut untuk meningkatkan keakraban, kebersamaan, dan kerja sama tim tanpa adanya unsur kekerasan fisik," ucapnya.
JGU secara tegas akan menindak segala bentuk perilaku yang tidak etis mulai dari kekerasan seksual hingga bullying terhadap mahasiswa.
"Kami sangat prihatin dan akan menindak tegas setiap perilaku yang tidak etis dan tidak mendukung di dalam komunitas kami seperti kekerasan seksual, korupsi, intoleransi, dan bullying. Keselamatan dan kesejahteraan mahasiswa adalah prioritas utama kami," ujarnya.
(Erha Aprili Ramadhoni)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.