Seorang juru bicara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Margaret Harris mengatakan pada Jumat (10/11/2023) bahwa al-Shifa “menjadi sasaran pemboman,” dan menambahkan bahwa 20 rumah sakit di Jalur Gaza “tidak berfungsi.”
“Saya belum mendapatkan rincian mengenai al-Shifa tetapi kami tahu mereka sedang dibombardir,” terangnya, ketika ditanya tentang potensi serangan udara Israel terhadap rumah sakit al-Shifa pada Jumat (10/11/2023), dalam sebuah pengarahan.
Militer Israel mengklaim pada Jumat (10/11/2023) malam bahwa proyektil yang salah sasaran yang diluncurkan dari dalam Gaza bertanggung jawab atas serangan terhadap rumah sakit al-Shifa.
“Sebelumnya hari ini, IDF menerima laporan adanya serangan di Rumah Sakit Shifa di Kota Gaza. Kantor media yang dikelola Hamas di Jalur Gaza segera mengklaim bahwa ini adalah serangan yang dilakukan oleh IDF,” kata juru bicara IDF Letnan Kolonel Richard Hecht dalam pernyataan yang dikirim ke CNN.
IDF mengatakan bahwa pemeriksaan terhadap sistem operasionalnya menunjukkan bahwa proyektil salah sasaran yang diluncurkan oleh organisasi teroris di Jalur Gaza menghantam Rumah Sakit Shifa.
Hecht melanjutkan dengan mengklaim bahwa proyektil tersebut ditujukan pada pasukan IDF yang beroperasi di sekitar.
Beberapa video di media sosial (medsos) menunjukkan orang-orang terluka di tempat yang disebut sebagai klinik rawat jalan al-Shifa.
Tidak jelas apa yang menimpa rumah sakit tersebut, namun video menunjukkan orang-orang yang terluka tergeletak di lantai klinik luar ruangan. Saksi mata dalam video tersebut mengatakan bahwa serangan tersebut terjadi di daerah tersebut. CNN tidak dapat memverifikasi bahwa itu adalah serangan.