Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Serangan Israel Terus Meningkat, Mayoritas RS di Gaza Berhenti Beroperasi

Susi Susanti , Jurnalis-Sabtu, 11 November 2023 |21:03 WIB
Serangan Israel Terus Meningkat, Mayoritas RS di Gaza Berhenti Beroperasi
Mayoritas RS di Gaza berhenti beroperasi karena serangan Israel meningkat (Foto: Reuters)
A
A
A

GAZAMiliter Israel telah meningkatkan serangan di Gaza utara dalam beberapa hari terakhir, yang secara efektif membelah wilayah tersebut menjadi dua dengan operasi darat dan pemboman udara paling sengit yang tampaknya terkonsentrasi di wilayah utara.

Menurut Kementerian Kesehatan Palestina di Ramallah, yang diambil dari sumber di wilayah yang dikuasai Hamas, serangan tersebut sejauh ini telah menewaskan lebih dari 11.000 warga Palestina.

Serangan Israel telah menewaskan sedikitnya 4.506 anak-anak dan 3.027 wanita. Lebih dari 27.000 orang lainnya terluka. CNN tidak dapat memverifikasi angka-angka ini secara independen.

Namun dampaknya terhadap fasilitas kesehatan telah menimbulkan kekhawatiran mengenai situasi kemanusiaan yang mengerikan bagi mereka yang masih tinggal di Gaza utara.

Kementerian Kesehatan Palestina di Ramallah, yang mengambil data dari wilayah yang dikuasai Hamas, pada Kamis (9/11/2023) mengatakan mayoritas rumah sakit (RS) di Gaza yakni 18 RS dari 35 RS telah berhenti berfungsi.

Selain itu, 71% dari seluruh fasilitas layanan kesehatan primer telah ditutup karena kerusakan atau kekurangan bahan bakar.

Pernyataannya mengatakan bahwa rumah sakit yang tetap buka memiliki keterbatasan dalam menyediakan layanan dan menutup secara bertahap.

Seperti diketahui, Israel memulai serangannya di Gaza, setelah serangan Hamas pada 7 Oktober. Meskipun Israel sebelumnya mengatakan 1.400 orang tewas dalam serangan tersebut, para pejabat mengatakan pada Jumat (10/11/2023) bahwa mereka kini yakin jumlah total orang yang terbunuh berjumlah sekitar 1.200 orang.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Lior Haiat membenarkan korban tewas termasuk pekerja asing dan warga negara asing lainnya.

Dia menegaskan perkiraan saat ini sebanyak 1.200 jenazah bukanlah angka final, karena beberapa jenazah belum teridentifikasi.

Sementara itu, Volker Türk, pejabat tinggi hak asasi manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), pada Jumat (10/11/2023) menyatakan keraguannya atas penetapan “zona aman” sepihak oleh Israel di Gaza, dengan mengatakan bahwa tidak ada tempat di wilayah tersebut yang aman bagi warga sipil.

Arus warga Palestina – termasuk perempuan, anak-anak dan orang tua – semakin banyak menuju ke selatan melalui koridor evakuasi harian yang diumumkan oleh militer Israel.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken pada Jumat (10/11/2023) mengatakan bahwa terlalu banyak warga Palestina yang terbunuh, terlalu banyak yang menderita dalam beberapa minggu terakhir. Ini menjadi salah satu kecaman paling langsungnya terhadap korban sipil akibat serangan Israel di Gaza.

(Susi Susanti)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement