Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Makanan Tambahan Pengentasan Stunting di Depok Cuma Nasi dan Tahu, Dinkes Buka Suara

Muhammad Refi Sandi , Jurnalis-Rabu, 15 November 2023 |16:22 WIB
Makanan Tambahan Pengentasan Stunting di Depok Cuma Nasi dan Tahu, Dinkes Buka Suara
Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)
A
A
A

"Tadi kita sampaikan juga bahwa Rp18 ribu sudah all in semuanya ada biaya pajak, distribusinya, tempatnya dan sebagainya termasuk stikernya ya. Masukan tadi kita akan sampaikan kalau itu jadi masalah yang terus dipermasalahkan yaudah dikeletek saja deh kalau mereka bersedia mengganti stiker karakter kartun misalnya. Kalau misalnya sudah mepet nggak usah pakai stiker," ungkapnya.

Sebelumnya, anggota Komisi D DPRD Kota Depok, Ikravany Hilman menanggapi isu terkait heboh menu pemberian makanan tambahan (PMT) dalam pengentasan masalah stunting di Kota Depok, Jawa Barat cuma nasi, kuah, dan tahu. Menurutnya komposisi tersebut sangat tidak layak untuk menekan angka stunting.

"Sangat tidak layak, nggak ngerti apa pertimbangannya. Kan makanan tidak harus yang dimasak bisa saja yang mentah biar dimasak," kata Ikra saat dihubungi, Rabu (15/11/2023).

Ikra pun menyoroti komposisi makanan yang disediakan Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk warga yang masuk ke dalam kategori stunting. Ia pun mengungkap bahwa anggaran program PMT tersebut pun mencapai miliaran rupiah dengan dibatasi Rp18 ribu per paket.

"Harusnya yang dihitung pertama kali atau yang dipertimbangkan pertama kali adalah nutrisi mau dimasak, mau mentah, mau sayur urusan akhirnya nutrisi yang terkandung disitu memadai tidak sebagai makanan tambahan, yang namanya tambahan itu mesti diukur yang biasanya ada dirumah tangga masyarakat, nasi ada tahu tempe biasanya ada nah yang nggak ada apa? itu yang harus ditambahin dong, susu, buah atau tambahan telur, ikan daging, dst. hal itu yang harusnya ditambahkan," ujarnya.

(Khafid Mardiyansyah)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement