Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Polisi Bakal Klarifikasi Pria Diduga Kirim Order Fiktif Ojol ke Wanita

Putra Ramadhani Astyawan , Jurnalis-Minggu, 26 November 2023 |01:01 WIB
Polisi Bakal Klarifikasi Pria Diduga Kirim Order Fiktif Ojol ke Wanita
Ilustrasi (Foto : Okezone.com)
A
A
A

 

BOGOR - Polisi masih melakukan penyelidikan terkait kasus order fiktif yang dialami wanita berinisial AS asal Cibinong, Kabupaten Bogor, oleh kenalan prianya dari media sosial. Polisi masih akan memanggil pria yang dilaporkan oleh AS untuk dimintai klarifikasi.

"Masih penyelidikan karena orangnya (pria berinisial W) kita undang ke Polsek masih ada kegiatan karena katanya posisinya masih di Semarang," kata Kanit Reskrim Polsek Cibinong AKP Yunli Pangestu dikonfirmasi, Sabtu (25/11/2023).

Yunli mengatakan, pria tersebut statusnya masih terlapor. Yang mana antara terlapor dan korban AS saling mengenal dari media sosial.

"Intinya sudah ada komunikasi, bukan mereka tidak kenal, mereka saling kenal. Dalam hal ini sebagai terlapor karena yang dilaporkan saudara W," jelasnya.

Adapun dugaan sementara bahwa terlapor mengalami kekecewaan terhadap korban karena cintanya ditolak. Sedianya, kasus ini akan diupayakan proses mediasi antara korban dengan terlapor.

"Ya kita akan usahakan untuk mediasi kalau ada miss komunikasi karena kalau dari awalnya itu kan ada kekecewaan yang cinta ditolak itu mungkin tidak diterima dan sebagainya, ya mungkin kita akan luruskan permasalahannya gitu. Kerugian korban Rp1 juta," ujar Yunli.

Sebelumnya, viral di media sosial seorang wanita berinisial AS menjadi sasaran teror oder fiktif ojek online ke alamat rumah Kampung Bedah, Pabuaran Mekar, Cibinong, Kabupaten Bogor. Diduga wanita tersebut diteror usai tak merespons seorang pria berinisial W yang dikenal melalui media sosial.

Terlihat dalam unggahan laman Instagram @infodepok_id wanita berinisial AS sampai memasang selebaran untuk para pengemudi Ojol yang terkena order fiktif. AS pun mengaku mendapat sasaran order fiktif mencapai belasan kali.

"Kronologinya ada cowo yang saya kenal dari medsos, ngaku dari Semarang. Dia penonton live tiktok. Kebetulan saya punya warung di rumah. Dia bilang mau jajan ke warung saya. Setelah saya mengenali beberapa bulan saya baru berani kirim serlok (share location) ke dia setelah itu saya gak pernah merespon dia," cerita kronologis dalam caption laman Instagram @infodepok_id dikutip MNC Portal Indonesia.

(Angkasa Yudhistira)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement