JAKARTA – Akademi Jakarta menyampaikan pernyataan sikapnya jelang Pemilu 2024. Ada enam poin pernyataan yang dikeluarkan Akademi Jakarta yang ditujukan kepada masyarakat luas.
“Berbagai gejala sosial politik menjelang Pemilihan Presiden 2024 mengisyaratkan sedang berlangsung kehancuran nalar publik yang melemahkan kebudayaan, serta mengancam keberlanjutan dan ketangguhan Indonesia sebagai bangsa dalam pembangunan demokrasi berkelanjutan,”tulis keterangan yang diterima Okezone, Selasa (5/12/2023).
Enam poin tersebut, untuk menyadari pentingnya nalar publik sebagai kesadaran kritis bersama untuk menilai berbagai peristiwa, gagasan dan kebijakan berdasarkan pertimbangan kemaslahatan umum. Berikut ini enam poin tersebut:
1. Pengabaian terhadap prinsip-prinsip demokrasi dengan memanipulasi konstitusi merupakan praktik yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
2. Keberpihakan media dalam pemberitaan Pemilihan Presiden 2024 bertentangan dengan kode etik jurnalistik.
3. Riset berbasis kepentingan politik melanggar etika ilmu pengetahuan.
4. Keterbukaan finansial dalam prosedur demokrasi adalah indikator kejujuran yang menentukan.
5. Keberpihakan lembaga pemerintah kepada kontestan mana pun, dengan alasan apa pun, tidak dapat dibenarkan.
6. Pencapaian sistem politik demokratis adalah hasil yang lebih penting daripada kemenangan salah satu kontestan.
(Fahmi Firdaus )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.