Pada Kamis (7/12/2023), pejabat kota di Chennai menggunakan peralatan untuk memompa air dari jalan-jalan di pinggiran selatan kota agar kendaraan dapat bergerak.
J Radhakrishnan, komisaris Greater Chennai Corporation, mengatakan kepada BBC Tamil bahwa pihak berwenang telah memompa air sebanyak mungkin setelah hujan terus menerus selama 36 jam. Dia menambahkan, hingga Rabu (6/12/2023) malam, air banjir telah surut di tiga perempat wilayah kota.
Radhakrishnan mengatakan pihak berwenang akan melakukan survei untuk mengidentifikasi area di mana saluran air hujan tidak berfungsi sebagaimana mestinya.
“Tapi itu prosesnya panjang. Sekarang kami fokus pada upaya penyelamatan,” katanya.
Ribuan orang dievakuasi ke kamp bantuan selama tiga hari terakhir - banyak yang diselamatkan dari rumah mereka yang terendam banjir dengan menggunakan perahu karet dan fiber. Pihak berwenang juga berupaya memulihkan pasokan air minum di beberapa daerah.
Para ahli mengatakan maraknya pembangunan hanya menyisakan sedikit ruang bagi air hujan untuk mengalir.
“Rumah-rumah terendam banjir setiap kali hujan deras karena bangunan-bangunan dibangun di daerah resapan danau dan kolam yang berawa di beberapa pinggiran kota Chennai,” terang David Manohar, seorang aktivis yang mempelajari banjir perkotaan, kepada BBC Tamil.
Raj Bhagat P, pakar geo-analitik, mengatakan kepada Reuters bahwa meskipun sistem drainase air hujan yang lebih baik dapat membendung banjir, hal itu tidak akan banyak membantu selama hujan yang sangat deras.
Pemerintah Tamil Nadu telah meminta bantuan federal sementara sebesar 50 miliar rupee (USD600 juta) untuk negara bagian. Ketua Menteri MK Stalin mengatakan dalam sebuah postingan di X (sebelumnya Twitter) bahwa infrastruktur telah "terkena dampak parah".
(Susi Susanti)