Amerika Serikat (AS) telah mengungkapkan keprihatinan terkait situasi tersebut. Juru bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih John Kirby mengatakan, “dia (Navalny.red) harus dibebaskan segera. Dia seharusnya tidak boleh dipenjara dari awal.”
Navalnya adalah pesaing terkuat Vladimir Putin. Dia ditangkap pada Januari 2021 setelah kembali dari Jerman di mana sebelumnya dia dirawat karena aksi peracunan, yang menurut Navalny dilakukan oleh Kremlin. Moskow membantah terlibat dalam insiden peracunan itu.
Navalny telah berkampanye melawan korupsi dan menghadapi sejumlah dakwaan yang ia telah bantah.
Sejumlah pihak berspekulasi bahwa hilangnya Navalny telah direncanakan secara strategis sebelumnya, mengingat saat ini memasuki masa kampanye untuk pemilihan presiden Rusia.
“0% kebetulan dan 100% kontrol politik langsung dari Kremlin,” tulis pembantu Navalny Leonid Volkov pada platform X, yang sebelumnya dikenal dengan nama Twitter, terkait hilangnya tokoh oposisi tersebut.
“Bukan rahasia lagi siapa lawan utama Putin dalam 'pemilihan' ini. Dan dia ingin memastikan suara Navalny tidak didengar.”
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.