Meskipun mengalami cedera yang serius, Yum tidak menyerah. Ia menciptakan alat pengendali khusus bernama "Throttle Collective Device" untuk menghidupkan kembali helikopter yang ia terbangkan.
Alat ciptaannya ini memungkinkan Yum mengendalikan helikopter dengan satu tangan. Bapak helikopter ini bahkan pernah terbang dengan dengan helikopter Hiller setelah peristiwa Gestapu pada tahun 1964.
Setelah kehilangan satu tangannya, Yum Soemarso beralih menjadi pilot penyemprot hama tebu dan kelapa di lahan milik negara. Pengalaman hidupnya yang luar biasa menjadikannya sebagai tokoh yang dihormati.
Demikian sosok Yum Soemarsono, bapak pilot betangan satu kepercayaan Soekarno. Terimakasih.
(Hafid Fuad)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.