JAKARTA - Aksi kekerasan oknum prajurit TNI yang menganiaya relawan Ganjar Pranowo dan Mahfud MD dikecam keras oleh Gerakan Aktivis (Gerak) 98.
Gerak Aktivis 98 mendesak TNI agar mengusust tuntas aksi penganiayaan terhadap relawan pasangan capres dan cawapres Ganjar-Mahfud di Boyolali, Jawa Tengah itu.
Juru Bicara Gerak 98 Jeffri Lambok menyatakan bahwa relawan yang dianiaya sebagai pahlawan demokrasi karena berani menunjukkan loyalitas atas pilihan bebas dalam Pilpres 2024.
"Kami mengecam keras penganiayaan dan mendesak agar TNI-Polri mengusut tuntas kasus ini. Jangan sampai ada lagi Tragedi Semanggi Jilid Kedua, orang diculik dan sampai sekarang tidak tahu di mana keberadaannya. Turut prihatin atas kejadian, mereka yang dianiaya adalah pahlawan reformasi," ujarnya, Minggu (31/12/2023).
Jeffri menambahkan bahwa perjuangan para relawan sama dengan perjuangan aktivis yang terus mengawal reformasi agar berjalan tegak lurus hingga kini. Sehingga jangan sampai jalannya reformasi dan pesta demokrasi dirusak oleh Orde Baru gaya baru (Neo Orde Baru).
Menurutnya, akar-akar nilai Orde Baru sudah terlihat secara gamblang. Salah satunya, adanya upaya menghalalkan segala cara untuk meraih kekuasaan yang dipertontonkan tanpa malu.
"Legalitas menabrak legitimasi moral, mulai dari MKMK (Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi yang menyatakan adanya pelanggaan kode etik yang dilakukan Anwar Usman dalam putusan MK terkait batas usia capres-cawapres) hingga penggunaan aparatus negara dalam prosesnya," katanya.
Karena itu, semangat 25 tahun Reformasi perlu terus digaungkan untuk melawan embrio pemimpin tirani. Hal tersebut merupakan skenario terburuk demokrasi yang sama-sama tidak diinginkan seluruh rakyat Indonesia.
"Tahun ini 2024 adalah tahun genting, vivere pericoloso. Jawabnya adalah melawan atau kita jangan berharap kapal Indonesia dapat berlabuh menuju Indonesia Emas 2045," katanya.
Diberitakan sebelumnya, aksi penganiayaan terhadap relawan Ganjar-Mahfud viral di media sosial yang dinarasikan relawan Ganjar-Mahfud baru selesai mengikuti acara di Boyolali.
Lalu, mereka dicegat oknum TNI dari Markas Kompi B Yonif Raider 408/Sbh Boyolali. Dalam video terlihat sejumlah orang berada di pinggir jalan. Tak lama setelahnya, terduga pelaku langsung menghampiri pemotor yang tengah melintas dan melakukan pemukulan.
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyampaikan dukacita atas peristiwa yang terjadi. "Menyampaikan suatu rasa dukacita yang mendalam mengingat mulai terjadi tindak kekerasan yang menimpai Repdem (Relawan Perjuangan Demokrasi) saudara itu menjadi korban dari berbagai bentuk kelompok yang tidak bertanggung jawab," kata Hasto.
(Fakhrizal Fakhri )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.