Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah Tragis Suster Sekolah Putri Pertama Malang Ditahan di Gerbong Maut Sampai Tewas

Avirista Midaada , Jurnalis-Selasa, 02 Januari 2024 |07:17 WIB
Kisah Tragis Suster Sekolah Putri Pertama Malang Ditahan di Gerbong Maut Sampai Tewas
Kisah Tragis Suster di Malang Ditahan Jepang/Foto: Okezone
A
A
A


MALANG - Tentara Jepang menangkap seluruh pengajar di sekolah putri Ursulin Cor Jesu Malang, Jawa Timur.

Penahanan ini karena para pengajar dari suster-suster ini berkebangsaan Belanda dan beberapa negara yang bermusuhan dengan Jepang.

Peristiwa penangkapan para suster ini terjadi ketika Jepang baru saja memasuki Indonesia yang belum merdeka. Di tahun 1941 hingga 1942 inilah menjadi masa transisi ketika Jepang masuk ke Indonesia, menjadikan masa transisi peralihan kekuasaan.

Suster Cor Jesu Lucia Anggraini mengisahkan, bagaimana saat itu suasana tengah mencekam saat para tentara Jepang masuk ke sekolah dan menangkap satu persatu suster-suster dari Belanda dan beberapa negara lainnya.

Tak hanya itu, Jelang juga begitu sensitif dengan segala bentuk dokumentasi sehingga memilih memusnahkan dokumentasi yang menggambarkan kekejaman mereka.

"Para suster ini dari Malang dibawa ke kamp ditahan, dibawa ke Solo naik kereta. Ini ada sketsa kekejaman Jepang oleh salah satu suster ursulin yang ditawan Jepang dan masih hidup setelah Jepang pergi," kata Lucia Anggraini.

 BACA JUGA:

Peristiwa mengerikan diperparah dengan tindakan tak manusiawi tentara Jepang yang membawa para suster-suster dari berbagai negara dalam satu gerbong kereta. Satu gerbong kereta yang seharusnya diisi oleh 34 orang, dipenuhi hingga 78 orang suster penuh sesak pada 25 Maret 1941 sekitar pukul 05.00 pagi hari.

"Jadi 34 diisi, diisi 78, berdesak-desakan, ada yang sakit, ada yang meninggal, nggak sedikit yang meninggal karena itu kan desak-desakan minim udara," ujarnya.

Tak hanya ke Solo, para tawanan perang ini disebut Lucia juga beberapa kali dipindahkan oleh Jepang. Peristiwa itu terjadi pada rentang waktu antara 1943 sampai 1946, ketika Indonesia benar-benar merdeka dari penjajahan.

"Semua yang berbau musuh dia, Belanda musuh dia, dulu jepang sekutu Itali, Jerman, inggris, Belanda dan sebagainya semua menjadi musuh, semau ditangkap. Tahun 1943 waktu Jepang berkuasa, itu kira-kira sampai 1946, dan kamp-nya dipindah-pindah, ya setiap dipindah-pindah kasihan, makanannya kadang satu kali, akhirnya ya sakit ada yang meninggal," jelasnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement