Cerita kekejaman Jepang sendiri bisa tersampaikan berkat upaya dokumentasi para suster-suster yang selamat usai ditahan beberapa tahun.
Para suster ini membuat semacam sketsa atau replika gambaran mengenai apa yang dilihat dan dirasakannya selama masa penahanan oleh tentara Jepang.
"Para suster mencoba untuk membuat dokumentasi sebisanya secara diam-diam, mereka membuatnya. dengan sembunyi-sembunyi karena kalau tentara Jepang tahu, pasti akan dihancurkan," bebernya.