Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Siapakah Sosok yang Memindahkan Puncak Gunung Semeru?

Rina Anggraeni , Jurnalis-Jum'at, 26 Januari 2024 |16:58 WIB
Siapakah Sosok yang Memindahkan Puncak Gunung Semeru?
Ilustrasi siapakah sosok yang memindahkan puncak Gunung Semeru (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Mengulik siapakah sosok yang memindahkan puncak Gunung Semeru? Pasalnya gunung dengan ketinggian mencapai 3.676 mdpl ini digambarkan sebagai 'Mahameru', yaitu tempat tinggalnya para dewa-dewa yang dahulunya berasal dari India,

Namun dalam Kitab Tantu Panggelaran, pada abad 15 pulau Jawa pernah terombang-ambing di lautan tak tentu arah, sebagai akibat dari adanya gunung di India bernama 'Meru' yang terlalu berat di bumi. Sehingga ada seseorang yang memindahkan puncak Gunung Semeru.

Lantas siapakah sosok yang memindahkan puncak Gunung Semeru? Ternyata dikisahkan adalah Dewa Wisnu kemudian menjelma menjadi seekor kura-kura raksasa dan menggendong gunung itu di punggungnya.

Lalu Dewa Brahma menjelma menjadi ular panjang yang membelitkan tubuhnya pada gunung dan badan kura-kura sehingga gunung itu dapat diangkut.Kedua dewa tersebut lalu meletakkan gunung Meru di bagian barat Pulau Jawa.

Tetapi berat gunung itu mengakibatkan ujung pulau bagian timur terangkat ke atas. Wisnu dan Brahma lalu memotong Gunung Meru dan meletakkannya satu di ujung timur dan satu di barat.

Selain itu Gunung Meru yang terlalu berat, akhirnya para dewa memutuskan untuk memotong gunung tersebut dan menaruhnya di ujung barat Pulau Jawa, yang sekarang disebut Gunung Pawitra dan Gunung Penanggungan.

Hingga kini masyarakat Hindu sering melakukan upacara ritual dengan membawa sesaji kepada dewa-dewa di Gunung Semeru. Oleh karena itu, jika Gunung Semeru meletus maka sama saja sebagai pembawa bencana dan penderitaan bagi masyarakat.

Kedudukan Gunung Semeru juga dianggap sama dengan Kailasa (India) atau Gunung Agung di Bali. Masyarakat Hindu percaya, bahwa puncak Gunung Semeru merupakan istananya Dewa Siwa untuk bertapa.

Adapun menurut perspektif Alquran dan sains, menjelaskan bahwa gunung adalah pasak (paku) bagi bumi. Hal ini terdapat dalam firman Allah SWT dalam Surah Al-Anbiya ayat 31 yang artinya: "Dan Kami telah menjadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh agar ia (tidak) guncang bersama mereka, dan Kami jadikan (pula) di sana jalan-jalan yang luas, agar mereka mendapat petunjuk," (QS. Al-Anbiya: 31).

(Rina Anggraeni)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement