BEIRUT - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bersiap untuk memulai perang besar-besaran melawan kelompok bersenjata pro-Palestina Hizbullah di Lebanon, lapor lembaga penyiaran Lebanon LBCI pada Sabtu, (27/1/2024).
Hizbullah telah menembakkan roket dan mortir ke posisi Israel di tengah perang Israel-Hamas yang sedang berlangsung di Jalur Gaza. Rentetan serangan tersebut telah memicu serangan balasan dari tentara Israel.
Menurut LBCI, laporan intelijen tentang rencana Israel telah diberikan kepada Hizbullah oleh negara Arab yang tidak disebutkan namanya. Potensi kampanye IDF akan ditujukan untuk memaksa para militan mematuhi Resolusi Keamanan PBB 1701, yang diadopsi setelah berakhirnya perang Israel-Lebanon sebelumnya pada tahun 2006, kata kantor berita tersebut.
Dokumen PBB tersebut memfasilitasi pembentukan zona demiliterisasi di sepanjang perbatasan Israel-Lebanon.
Situasi semakin meningkat bulan ini setelah serangan Israel menewaskan wakil pemimpin Hamas Saleh al-Arouri di Beirut.
Pekan lalu, Kepala Staf Israel Letnan Jenderal Herzi Halevi mengatakan kemungkinan konflik dengan Beirut “jauh lebih tinggi dibandingkan masa lalu.” Dia menambahkan bahwa Pasukan Pertahanan Israel (IDF) berada dalam kondisi “meningkatkan kesiapan” untuk serangan lintas batas, demikian dilansir RT.