GAZA – Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dilaporkan sejauh ini telah ‘menghilangkan’ lebih dari 2.000 anggota Hamas yang disebutnya teroris, di atas dan di bawah tanah.
IDF juga mengklaim menemukan fasilitas untuk menyandera dan pusat komando Hamas.
IDF juga menegaskan pihaknya tidak menyerbu rumah sakit yang ada di Gaza. Sebelumnya, pada Selasa (30/1/2024) sore, Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina mengatakan tank-tank Israel ditempatkan di halaman depan Rumah Sakit Al-Amal, yang berada di sebelah barat kota, dan bahwa mereka menembakkan amunisi tajam dan granat asap ke arah para pengungsi dan staf PRCS.
“Kami sangat mengkhawatirkan keselamatan tim kami, korban luka, orang sakit, dan ribuan pengungsi di gedung tersebut. Kebakaran terjadi di tenda-tenda yang berada di dalam Markas Besar PRCS,” tambahnya.
Belum ada komentar langsung dari IDF, namun seorang juru bicara IDF mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa pasukannya tidak menyerang RS.
IDF sebelumnya menuduh Hamas beroperasi di dalam rumah sakit dan melancarkan serangan dari rumah sakit, namun kelompok tersebut dan petugas medis setempat membantahnya.
Pertempuran sengit dan pemboman juga dilaporkan terjadi di sekitar Rumah Sakit Nasser, yang merupakan fasilitas medis terbesar yang masih berfungsi di Gaza.
Médecins Sans Frontières (MSF) mengatakan pada Senin (29/1/2024) bahwa segelintir petugas medis yang tersisa di sana berjuang dengan persediaan yang sangat sedikit untuk merawat antara 300 dan 350 pasien yang tidak dapat dievakuasi.
Rami, seorang perawat MSF, menggambarkan bagaimana ahli bedah di unit gawat darurat terpaksa menggunakan kembali kain kasa perut. “Mereka pakai sekali, lalu diperas darahnya, dicuci, disterilkan, dan digunakan kembali pada pasien lain,” ujarnya.
IDF yakin para komandan tinggi Hamas bersembunyi di dalam terowongan sepanjang puluhan kilometer di bawah Khan Younis, mungkin bersama dengan para sandera.
Pada Selasa (30/1/2024), IDF mengkonfirmasi bahwa mereka telah memompa air dalam jumlah besar ke beberapa bagian jaringan terowongan Hamas yang luas di Gaza.
Ada kekhawatiran yang meluas ketika rencana tersebut pertama kali dilaporkan. Keluarga para sandera khawatir hal itu dapat mengancam nyawa mereka dan para ahli mengatakan penggunaan air laut dapat merusak akuifer yang merupakan satu-satunya sumber air alami di Gaza.
“Kemampuan tersebut dikembangkan secara profesional, termasuk analisis karakteristik tanah dan sistem air di kawasan tersebut untuk memastikan tidak terjadi kerusakan pada air tanah di kawasan tersebut,” kata IDF.
“Pemompaan air hanya dilakukan pada jalur terowongan dan lokasi yang sesuai, sesuai dengan metode pengoperasiannya pada masing-masing kasus,” tambahnya.
(Susi Susanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.