Selain itu, dilarang pula berpakaian batik poleng kawung atau semar, karena dianggap menyamai kebesaran Eyang Ismoyo.
Gondo juga menjelaskan bahwa Ponorogo memiliki dua pedanyangan atau tempat para roh leluhur, dengan salah satunya adalah petilasan Klampis Ireng. Tempat ini dianggap sebagai pusat mistis dan padepokan gaib di Ponorogo, dan masyarakat memberikan hormat yang besar terhadap Semar, yang dianggap sebagai pemomong dan botoro paling tua.
“Tidak diketahui kapan Klampis Ireng mulai dikenal, namun yang pasti, sejak bupati Ponorogo pertama, tempat ini sudah terkenal,” ucap Gondo kepada iNews Ponorogo.
Gondo menekankan bahwa reputasi inilah yang membuat daerah Klampis Ireng menjadi tempat yang penuh misteri, angker, dan rawan terhadap kejadian-kejadian yang membawa petaka. Nama Klampis Ireng sendiri berasal dari masa lalu ketika pohon klampis dengan warna hitam tumbuh di sana.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.