GAZA – Menteri Pertahanan (Menhan) Israel Yoav Gallant mengklaim pada Senin (5/2/2024) bahwa kepemimpinan Hamas, termasuk pejabat tinggi di Gaza, melarikan diri atau dalam pelarian ketika militer Israel bergerak lebih jauh ke selatan di daerah kantong Palestina.
Gallant dalam pengarahan yang disiarkan televisi mengatakan operasi militer Israel di kota selatan Khan Younis akan segera mencapai tujuannya ketika pasukan bergerak ke arah selatan di Rafah yakni benteng terakhir Hamas yang tersisa.
“Pasukan kami beroperasi di sebagian besar wilayah Jalur Gaza,” katanya, dikutip CNN.
Israel secara terbuka menuduh pemimpin Hamas Yahya Sinwar sebagai ‘dalang’ di balik serangan kelompok tersebut pada 7 Oktober 2023, meskipun para ahli mengatakan kemungkinan besar dia adalah salah satu dari beberapa orang. Hal ini menjadikannya salah satu target utama perang mereka di Gaza.
Gallant mengklaim pada Senin (5/2/2024) bahwa Sinwar tidak memiliki kontak dengan para pejuangnya dan terpaksa melarikan diri dari satu tempat persembunyian ke tempat persembunyian lainnya ketika militer Israel melakukan pengejaran.
"Dia tidak memimpin pasukan; dia sibuk dengan kelangsungan hidupnya sendiri. Dia, bukannya menjadi pemimpin Hamas, malah menjadi buronan teroris," terangnya.