Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pilpres 2024, Jurkamnas TPN Sebut Kebatinan Rakyat Menginginkan Ganjar Jadi Presiden

Arief Setyadi , Jurnalis-Kamis, 08 Februari 2024 |22:51 WIB
Pilpres 2024, Jurkamnas TPN Sebut Kebatinan Rakyat Menginginkan Ganjar Jadi Presiden
Jurkamnas Ganjar-Mahfud (Foto: Ist)
A
A
A

JAKARTA - Jurkamnas Oktafiandi kembali menggelar Training of Trainer (ToT) di Kecamatan Maleber dan Kecamatan Subang, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Ratusan relawan Baraya Kang Okta (BKO) di kedua kecamatan ini dilatih untuk memperkuat soliditas dalam mendukung Ganjar-Mahfud dan meraih hattrick PDIP pada Pemilu 2024.

Dengan dukungan yang semakin besar, Oktafiandi yakin Ganjar-Mahfud dapat memenangkan Pilpres meskipun ada dugaan intervensi oleh pihak-pihak yang ingin memanfaatkan kekuasaan. Baginya, penting untuk menjunjung tinggi hati nurani rakyat dalam urusan pemilu dan menghindari campur tangan yang dapat mengganggu kedaulatan rakyat dalam menentukan pilihannya.

"Jangan intervensi hati nurani rakyat, jangan sekali-kali ganggu kedaulatan rakyat dalam menentukan pilihannya. Siapa yang menyalahgunakan kekuasaan untuk mengintervensi kehendak rakyat, maka sejarah membuktikan, mereka akan tergulung dalam ombak perlawanan rakyat," kata Oktafiandi dalam keterangannya, Kamis (8/2/2024).

Diperparah dengan sikap ambigu beberapa jenderal purnawirawan TNI terkait dengan pikiran, perkataan, dan perbuatan soal pelanggaran HAM di masa lalu. Oktafiandi menyebut bahwa ada dua pemilihan umum di mana mereka dengan keras menolak calon presiden yang terlibat dalam pelanggaran HAM, namun sekarang, demi kekuasaan, mereka justru berada di pihak yang berlawanan.

"Sudah dua kali pemilu mereka keras menolak pelanggar HAM untuk jadi capres. Bahkan mereka berorasi di media denga bangga telah memecatnya saat itu. Sekarang demi kekuasaan, justru mereka berada di kubu sebelah," ujarnya.

Adanya kritik dari sejumlah tokoh nasional, seperti Shinta Wahid dan Jusuf Kalla, terhadap skenario satu putaran yang dianggap dipaksakan harus menjadi perhatian penting bagi demokrasi Indonesia.

Selain itu, Oktafiandi menyoroti gelombang protes dari sejumlah sivitas akademika dan mahasiswa di berbagai daerah. Menurutnya, pemilu bukan hanya tentang kemenangan atau kekalahan, melainkan juga memiliki tanggung jawab moral untuk merawat kultur demokrasi yang telah dibangun dengan susah payah.

"Pemilu bukan saja soal menang kalah, tapi ada tanggung jawab moral merawat kultur demokrasi yang sudah diperjuangkan dan dibangun dengan susah payah," katanya.

Oktafiandi telah melakukan kunjungan ke hampir semua kecamatan dan tingkatan desa di Kabupaten Kuningan dan Ciamis bersama caleg DPRD Provinsi Jabar dari PDIP, Ika Siti Rahmatika dalam upaya mencapai target kemenangan. Selain menyosialisasikan program, Oktafiandi juga membentuk relawan Baraya Kang Okta (BKO) untuk mengawal suara Ganjar-Mahfud dan PDIP.

Dalam acara ToT di dua kecamatan turut dihadiri Atip Muchlis, dan Eno Sulaena, yang juga merupakan caleg DPRD Kabupaten Kuningan dari PDIP.

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement