PEKANBARU - Suku asli Riau yakni Suku Sakai menyatakan dukungan untuk Pemilu Damai. Hal itu disampaikan tokoh-tokoh Suku Sakai kepada Polsek Pinggir Polres Bengkalis, Riau.
Suku Sakai merupakan salah satu suku tertua di Riau yang masih menjunjung tinggi adat istiadat leluhur. Pertemuan antara pihak kepolisian dan para Bathin (tokoh adat/kepala suku) digelar di sebuah tempat di Balai Raja Kecamatan Pinggir.
Pertemuan itu dihadiri Kapolsek Pinggir Kompol Darmawan dan anggotanya. Di Kecamatan Pinggir dan Kecamatan Talang Muandau Kabupaten Bengkalis, terdapat Bathin Pucuk dan ada Bathin-Bathin di bawahnya yang berada di lingkungan masyarakat adat Suku Sakai. Sementera di Wilayah Kecamatan Pinggir dan Talang Muandau yang membawahi ribuan anak kemenakan siap mendukung Pemilu Damai 2024.
BACA JUGA:
"Kita siap mendukung agar nantinya pemilu berjalan dengan damai," kata Bathin Tengonong Mohammad Agar Kalipke didampingi oleh Debalang Panglimo Sakai Riau, Syafrin.
Selain itu. para tokoh Suku Sakai juga menyampaikan banyak hal seperti kecemasannya terhadap semakin hilang dan menipisnya keberadaan serta eksistensi masyarakat adat Suku Sakai. Hal itu dipengaruhi oleh banyak faktor yang di antaranya karena globalisasi dan dinamika kehidupan masyarakat saat ini banyak yang mengenyampingkan budaya adat istiadat.
Polisi Kawal Pendistribusian Logistik Pemilu di Pulau Terluar Riau
Hal itu juga dipengaruhi oleh faktor ekonomi, tenaga kerja dan alam yang saat ini tidak sama lagi dengan situasi dan kebiasaan masyarakat adat terdahulu. Sehingga banyak anak kemenakan yang telah meninggalkan kebiasaan adat dan ada yang sudah tidak tahu sama sekali.
Pada kesempatan tersebut juga Bathin Tengonong menjelaskan tentang banyak hal terkait Suku Sakai. Dia juga memperkenalkan di antaranya Kepala Suku Sakai di Wilayah Kecamatan Pinggir dan Talang Muandau yaitu Bathin Majolelo atas nama Amat S, Bathin Semunai adalah Asnerudin. Bathin Tengonong adalah Mohammad Agar Kalipke, Bathin Ponaso adalah Bosniar, dan Bathin Beringin atas nama Ukq Sopian.