JAKARTA - Dua hari berturut-turut, para relawan Ganjar Pranowo–Mahfud MD di Amerika Serikat bersama-sama memberikan apresiasi mereka terhadap keluarga besar Ganjar Pranowo dan Mahfud MD.
Hal tersebut dilaksanakan melalui pemutaran billboard elektronik yang menampilkan Alam Ganjar dan animasi perlawanan atas korupsi, kolusi, dan nepotisme.
“Yang kami lakukan kali ini adalah untuk mengapresiasi keluarga Mas Ganjar dan Prof. Mahfud yang telah mempraktekkan anti KKN dalam kehidupan mereka. Contohnya banyak sekali mulai dari Alam yang tidak memanfaatkan fasilitas ayahnya, Dr. Vina Amalia yang tak pernah bicara ayahnya adalah Mahfud MD, bahkan cucu beliau Majda yang tidak tahu kakeknya adalah seorang Menteri,” ujar Rifqi Mufid Riansyah, pengacara muda lulusan Cornell University yang juga bertindak sebagai Ketua Direktorat Saksi dan Advokasi Hukum tim Pemenangan Luar Negeri Amerika Serikat, yang juga masih kerabat dari Proklamator RI Bung Hatta.
Selain pemutaran Billboard, para relawan dari New York dan New Jersey yang juga berkumpul sembari mengenang lokasi tempat pertama kalinya mereka mengadakan deklarasi secara serentak bersama pararelawan di 12 negara bagian di Amerika Serikat pada saat itu.
Times Square yang dikenal sebagai pusat jantung kota New York dan sangat identik dengan papan iklan besar serta lampu warna-warni merupakan tempat deklarasi pertama bagi para relawan Ganjar Pranowo pada bulan Mei 2023. Guyuran badai hujan deras saat itupun tak menyurutkan semangat relawan.
Melihat situasi politik di Indonesia saat ini para relawan menyadari bahwa mereka harus bertindak dengan semampunya untuk mempertahankan demokrasi yang mulai tergerus.
“Kami bekerja seadanya dengan kekuatan kami sendiri, berdoa dan berikhtiar, serta berharap kehidupan demokrasi di Indonesia dapat menjadi lebih maju karena tanpa demokrasi negara tidak akan pernah berkembang,” lanjut Rifqi yang juga nanti akan bertugas sebagai saksi di TPS.
Rifqi mengungkapkan bahwa hiruk pikuk Pemilu kadang membuat lupa bahwa tujuan yang terpenting dalam Pemilu adalah mempertahankan negara Indonesia sebagai negara kesatuan yang berasaskan Pancasila dan UUD 45. Oleh karena itu, ketika terjadi penyelewengan atau gangguan atas pelaksanaan undang-undang yang menjadikan lembaga negara tidak lagi kredibel sebagai penyelenggara pemerintahan, maka suara rakyat adalah alat kontrol dari segala peristiwa tersebut.