Selain itu dia juga mencari tahu tentang paslon yang bersaing dengan mencari tahu sendiri dan bertanya pada keluarga dan kerabat di Indonesia.
“Berita-berita yang masuk ke sini (Swiss), tidak banyak. Kita harus aktif sendiri untuk mencari tahu,” jelas Priska.
Diaspora yang telah tinggal selama 11 tahun di Swiss ini juga mengaku sempat menonton Debat Capres sebelum mencoblos dan menentukan pilihan paslonnya.
Dengan informasi yang dia himpun, Priska mengungkapkan kriteria yang menjadi pertimbangannya dalam memilih pasangan capres-cawapres yang akan dipilih.
“Saya cari yang serius. yang saya lihat kinerja kerja yang sudah ada, yang ada buktinya bukan hanya janji-janji. Ada kerja nyata lah,” ujarnya.