Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Cerita Diaspora Indonesia di Swiss Tentukan Pilihan Pasangan Capres-Cawapres Pilpres 2024

Rahman Asmardika , Jurnalis-Rabu, 14 Februari 2024 |15:06 WIB
Cerita Diaspora Indonesia di Swiss Tentukan Pilihan Pasangan Capres-Cawapres Pilpres 2024
Diaspora Indonesia di Swiss Priska Infanger berbicara pada program Debar COD Okezone dan Radio Trijaya, 14 Februari 2024. (Foto: Tangkapan layar)
A
A
A

JAKARTA – Bagi diaspora Indonesia di luar negeri, menentukan pilihan pasangan calon presiden (Capres) dan calon wakil presiden (Cawapres) atau calon legislatif (Caleg) pada pemilihan umum (Pemilu) 2024 adalah perkara yang susah-susah gampang. Pasalnya, tidak seperti di Tanah Air, akses informasi terkait kandidat presiden dan legislatif Pemilu 2024 bagi para diaspora relatif lebih terbatas.

Hal ini dialami oleh Priska Infanger, diaspora Indonesia yang saat ini tinggal di Zug, Swiss dalam menentukan pasangan capres dan cawapres mana yang akan dia pilih. Priska menceritakan bagaimana diaspora di Swiss mendapatkan informasi mengenai para pasangan capres, dan visi misi mereka.

“Beberapa teman saya ada yang cukup informatif dan aktif di dunia politik. Sebelum pemilu mereka sudah melihat beberapa pasangan kandidat,” kata Priska pada live streaming program Dengar Bersama, Coblos & Opini Demokrasi (Debar COD) Okezone dan Trijaya FM, Rabu (14/2/2024).

Priska juga mengungkapkan bahwa diaspora Indonesia di Swiss memiliki beberapa grup chat yang mendukung pasangan calon (paslon), baik 1,2, atau 3 pada pemilihan presiden (Pilpres) 2024, yang membagikan program-progam paslon yang mereka dukung.

Selain itu dia juga mencari tahu tentang paslon yang bersaing dengan mencari tahu sendiri dan bertanya pada keluarga dan kerabat di Indonesia.

“Berita-berita yang masuk ke sini (Swiss), tidak banyak. Kita harus aktif sendiri untuk mencari tahu,” jelas Priska.

Diaspora yang telah tinggal selama 11 tahun di Swiss ini juga mengaku sempat menonton Debat Capres sebelum mencoblos dan menentukan pilihan paslonnya.

Dengan informasi yang dia himpun, Priska mengungkapkan kriteria yang menjadi pertimbangannya dalam memilih pasangan capres-cawapres yang akan dipilih.

“Saya cari yang serius. yang saya lihat kinerja kerja yang sudah ada, yang ada buktinya bukan hanya janji-janji. Ada kerja nyata lah,” ujarnya.

Dia berharap presiden Indonesia berikutnya dapat melanjutkan pekerjaan yang sudah dilakukan pemerintahan sebelumnya, mempercepat program yang belum terlaksana, dan memperbaiki hal-hal yang perlu diperbaiki di Indonesia.

“Saya harapannya, (Presiden berikutnya) benar-benar serius menangani Indonesia, menangani segala masalah dan meneruskan apa yang sudah dilakukan presiden sebelumnya, meneruskan kinerja Pak Jokowi,” kata Priska.

“Terutama buat kita diaspora di luar negeri dimudahkan proses paper dan sebagainya.”

(Rahman Asmardika)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement