Sistem pemilihan umum itu adalah satu indikator utama apakah sebuah negara bisa disebut negara demokrasi. Selama negara tersebut bisa melakukan pemilihan yang langsung secara jujur dan adil, maka masih bisa disebut negara demokrasi.
"Tapi hari ini kita lihat kita masih ragu dengan integritas demokrasi yang dipenuhi dengan kecurangan administratif, kecurangan politik, ini akan kita saksikan besok bagaimana pemilihan itu akan berlangsung,”ujarnya.
“Tentu saya berharap tidak ada kerusuhan elektoral, kekerasan elektoral, konflik elektoral apalagi sampai terjadi apa yang diprediksi oleh Prafesor Rahmat Syafaat dari Universitas Brawijaya, sebagai kaos, sebagai kemungkinan terjadinya kaos," tutup Usman.
(Fahmi Firdaus )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.