Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pendeta Ini Dulu Dipuji Sebagai Pahlawan karena Selundupkan Ribuan Warga Korut, Sekarang Dipenjara karena Pelecehan Seksual

Susi Susanti , Jurnalis-Jum'at, 16 Februari 2024 |19:26 WIB
Pendeta Ini Dulu Dipuji Sebagai Pahlawan karena Selundupkan Ribuan Warga Korut, Sekarang Dipenjara karena Pelecehan Seksual
Pendeta yang dulu dipuja sebagai pahlawan karena selundupkan ribuan warga Korut sekarang dipenjara karena pelecehan seksual terhadap anak (Foto: FilmMagic)
A
A
A

PYONGYANG - Seorang pendeta di Korea Selatan (Korsel) yang pernah dipuji sebagai pahlawan karena menyelundupkan ribuan warga Korea Utara (Korut) kini telah dipenjara karena melakukan pelecehan seksual terhadap remaja pembelot.

Chun Ki-won, 67, telah dijatuhi hukuman lima tahun penjara karena melecehkan anak di bawah umur di sekolah asramanya di Seoul.

Pendeta tersebut telah dipandang sebagai sosok penyelamat selama beberapa dekade dan orang-orang menjulukinya sebagai ‘Schindler Asia’. Bahkan aksi heroiknya disebut sebagai ‘Kereta Bawah Tanah’ bagi mereka yang melarikan diri dari rezim Korea Utara.

Dia ditangkap di Seoul pada September tahun lalu. Polisi menuduhnya menganiaya enam remaja Korea Utara, termasuk pembelot yang tidur di asrama sekolah alternatif yang ia dirikan di misi Durihana.

Chun membantah tuduhan tersebut namun pengadilan pada Rabu (14/2/2024) memutuskan bahwa bukti yang diberikan para korban tidak dapat dibantah.

“Para korban membuat pernyataan yang konsisten dan mencakup konten yang tidak dapat diungkapkan tanpa pengalaman langsung mengenai keadaannya,” kata Hakim Seung-jeong Kim dari Pengadilan Distrik Pusat Seoul, dikutip BBC.

Hakim menambahkan bahwa Chun melakukan kejahatannya dari posisi di mana dia mempunyai pengaruh mutlak.

Dia dinyatakan bersalah dalam lima dari enam kasus pelecehan terhadap anak di bawah umur. Beberapa korban di antaranya melarikan diri sendirian dan yang lainnya bersama keluarga mereka di bawah bimbingan misi Chun.

Chun mendirikan Durihana, salah satu LSM paling terkemuka di Korea Selatan yang membantu warga Korea Utara melarikan diri melalui rute di China atau Tiongkok.

Dia mengklaim telah membantu lebih dari 1.000 warga Korea Utara melarikan diri dari rezim garis keras keluarga Kim selama 25 tahun terakhir, dan secara pribadi telah dikutuk oleh Pyongyang atas pekerjaannya.

Pada 2002, dia menjadi berita utama setelah dipenjara di Tiongkok selama tujuh bulan selama misi pelarian.

Hasil kerja kerasnya, termasuk pendirian sekolah alternatif untuk anak-anak pembelot Korea Utara telah diliput secara luas. Bahkan menjadi subjek film dokumenter dan artikel berita termasuk oleh BBC, CNN, The New York Times dan National Geographic.

Laporan media sering membandingkannya dengan Oskar Schindler, seorang pengusaha yang menyelamatkan lebih dari 1.100 orang Yahudi selama Holocaust.

Penangkapan dan hukuman terhadapnya mengejutkan Korea Selatan, tempat persidangannya diberitakan secara luas minggu ini.

Buletin TV menunjukkan Chun berambut abu-abu dan mengenakan pakaian putih dibawa ke pengadilan dengan borgol dan diapit oleh penjaga.

(Susi Susanti)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement