Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

PSU Pemilu di Papua Rawan Keamanan, KSAD Nantikan Permohonan dari Bawaslu

Muhammad Farhan , Jurnalis-Senin, 19 Februari 2024 |20:03 WIB
PSU Pemilu di Papua Rawan Keamanan, KSAD Nantikan Permohonan dari Bawaslu
KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak (Foto: MPI)
A
A
A

Namun dia menegaskan kembali, jika situasi ancaman keamanan benar-benar terjadi, TNI Angkatan Darat tidak akan tinggal diam. Hal ini disampaikannya mengingat secara prosedur, proses pemungutan suara akan benar-benar dilakukan jika situasi sudah dipastikan aman dari ancaman.

"Terus kalau ada kejadian seperti itu (ancaman PSU) kita yakinkan nanti aman, baru kita selenggarakan. Saya kira itu sudah koordinasi yang di bawah," terang Maruli.

Sebelumnya, Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua berupaya ingin menggagalkan Pemilu 2024 dengan merampas 119 kotak suara di Kabupaten Intan Jaya, Papua.

Peristiwa tersebut terjadi di area lapangan terbang Hitadipa. Kelompok teroris ini bahkan menganiaya seorang pegawai berinisial ZU.

"Di tempat tersebut, juga terjadi aksi pemukulan oleh KKB terhadap ZU di bagian kepala yang merupakan perangkat Distrik Hitadipa," ujar Wakil Sementara Kapendam XVII/Cenderawasih Letkol Inf Candra Kurniawan dalam keterangannya Senin (19/2/2024).

Perampasan logistik Pemilu dan pemukulan perangkat Distrik oleh KKB Papua di lokasi tersebut menyebabkan korban tidak berani kembali ke Distrik Hitadipa. Dia merasa takut peristiwa kekerasan terhadap dirinya terulang.

"119 kotak suara yang berisi logistik Pemilu dirampas olehKKB. Sedangkan sisanya belum terangkut berjumlah 171 kotak suara saat ini masih berada di Kabupaten Nabire," ujar Candra.

(Fakhrizal Fakhri )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement