Jeirry mengingatkan, sejumlah pihak termasuk masyarakat untuk terus mengawal bersama hasil rekapitulasi yang sedang berlangsung.
“Jadi, klaim kemenangan sebaiknya tidak dilakukan, karena bisa jadi membuat semakin kisruh dan carut marut. Kita tunggu saja sekarang kan dari tingkat kecamatan sudah bertahap sampai ke pusat,” ucap Jeirry.
Untuk Hasil Suara Pileg 2024, Jeirry memaparkan bahwa variabel penghitungannya berbeda dengan Pilpres 2024. Pasalnya, suara untuk Pilpres memiliki margin error memang lebih sedikit karena hanya ada tiga paslon sehingga dirinya menyarankan untuk tidak melakukan klaim kemenangan untuk menghindari kekecewaan.
Rekapituasli berjenjang ini disebutkan Jeirry seringkali dilakukan untuk mengoreksi kekeliruan di rekapitulasi sebelumnya yang mungkin terjadi kecurangan atau pelanggaran.
Menurutnya, semakin banyak klaim kemenangan seharusnya semakin banyak pengawalan rekapitulasi.
“Terlalu cepat melakukan klaim. Tentu suara itu masih berubah-ubah kan. Apalagi yang bersifat online kan suka berubah-ubah. Sebaiknya jangan dilakukan takutnya kecewa juga. Yang harus dilakukan adalah kita awasi bersama, kontrol bersama rekapituasli untuk menjaga kemurnian hasil penghitungan,” pungkasnya.
(Fakhrizal Fakhri )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.