Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

5 Tradisi Unik Menyambut Ramadhan di Berbagai Negara

Maria Regina Sekar Arum , Jurnalis-Selasa, 27 Februari 2024 |18:17 WIB
5 Tradisi Unik Menyambut Ramadhan di Berbagai Negara
5 tradisi unik menyambut Ramadhan di berbagai negara (Foto: Ilustrasi/Freepik)
A
A
A

2. Meriam ditembakkan saat berbuka puasa di Suriah

Dikenal dengan nama Midfa al Iftar, tradisi ini konon dimulai di Mesir lebih dari 200 tahun yang lalu ketika negara tersebut diperintah oleh penguasa Ottoman Khosh Qadam. Saat menguji meriam baru saat matahari terbenam, Qadam secara tidak sengaja menembakkannya.

Suara itu bergema di seluruh Kairo. Hal ini menyebabkan banyak warga sipil berspekulasi bahwa ini adalah cara baru untuk menandai berakhirnya masa puasa. Belakangan, negara lain seperti Suriah dan Lebanon mengadopsi tradisi ini.

3. Ritual pembersihan menandai Ramadhan di Indonesia

Padusan (berarti "mandi") adalah tradisi Indonesia di mana umat Islam melakukan berbagai ritual pada hari sebelum Ramadhan untuk "menyucikan diri". Wali Songo adalah pendakwah pertama yang menyebarkan ajaran Islam ke seluruh Pulau Jawa. Dipercaya bahwa merekalah orang pertama yang menyebarkan tradisi Padusan.

4. Penjaga kota Maroko melakukan shalat subuh

Selama bulan Ramadhan, pembawa pesan kota, Nafar, menjelajahi lingkungan Maroko dengan mengenakan kostum tradisional gandora, sandal, dan topi, sambil meniup klakson untuk membangunkan keluarga untuk sahur.

Orang memilih Nafar karena kejujuran dan empatinya. Tradisi ini dimulai pada abad ke-7 ketika seorang sahabat Nabi Muhammad SAW berkeliaran di jalanan saat fajar sambil menyanyikan sholawat merdu.

5. Anak-anak bernyanyi untuk manisan di Unie Emirat Arab (UEA)

Atau yang biasa disebut dengan Trick-or-Treating versi Muslim. Tradisi "Haq Al Laila" berlangsung pada hari ke 13, 14 dan 15 bulan Ramadhan. Tradisi ini berasal dari Bahrain, di mana anak-anak dengan pakaian warna-warni berkeliaran di sekitar distrik kota, mengumpulkan permen dan menyanyikan lagu-lagu tradisional setempat.

Nyanyikan Atona Allah Yutikom, Bait Makkah Yudikum, yang diterjemahkan dari bahasa Arab berarti "Berikan kepada kami dan Allah akan membalas Anda dan membantu Anda mengunjungi Rumah Allah di Mekah." Saat ini, tradisi tersebut dirayakan di negara-negara Teluk, dengan menekankan pentingnya ikatan sosial yang kuat dan nilai-nilai kekeluargaan.

(Susi Susanti)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement