Ia pun mempertanyakan KPU dengan dana yang sangat banyak namun mengapa membuat aplikasi yang harusnya bisa digunakan sebagai alat bantu namun ternyata semrawut ini.
"Tidak ada lain kalau bukan ini memang disengaja, sehingga kemudian dalam proses perjalanannya kacau karena disengaja karena memang dibuat kacau lalu kemarin muncul alasan dihentikan proses penghitungan di kecamatan. Nah, proses penghitungan itu banyak hantunya di situ bermain," tegasnya.
"Nah, kita curiga bahwa proses kecurangan itu yang oleh Mas Roy bilang bahwa di situlah kemudian dimasukan data-data kecurangan itu untuk penggelembungan, untuk pencurian. Jadi memang kita adalah sangat dirugikan. Kita yakin bahwa suara kita yang ditampilkan itu jauh lebih besar secara faktanya sesungguhnya daripada yang ditampilkan di Sirekap itu," pungkasnya.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.