Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kampanye Prabowo dan Konektivitas Budaya Dalam Landscape Marketing di Indonesia

Opini , Jurnalis-Selasa, 05 Maret 2024 |19:28 WIB
Kampanye Prabowo dan Konektivitas Budaya Dalam Landscape Marketing di Indonesia
Kampanye Prabowo dan Konektivitas Budaya dalam Landscape Marketing di Indonesia (Foto: Ilustrasi/ist)
A
A
A

Dengan merangkul keragaman budaya Indonesia yang kaya dan menyesuaikan strategi mereka, dunia usaha dapat menjalin hubungan jangka panjang dengan konsumen dan mendorong pertumbuhan berkelanjutan.

Perspektif Pemasaran Emic Vs. Etic

Terkait pemasaran di Indonesia, dunia usaha harus memahami dan mengapresiasi pendekatan emic (perspektif budaya internal) dan etic (perspektif budaya eksternal).

Pemasaran emic melibatkan pemahaman nilai, norma, dan kepercayaan suatu budaya dari dalam budaya itu sendiri, sedangkan pemasaran etic mengacu pada analisis budaya dari sudut pandang orang luar.

Misalnya, pendekatan pemasaran yang emic di Indonesia mungkin melibatkan pendalaman budaya lokal, memahami nuansa gotong royong, dan menyusun pesan-pesan pemasaran yang sesuai dengan nilai-nilai komunal.

Di sisi lain, pendekatan etic mungkin melibatkan pelaksanaan riset pasar untuk mengidentifikasi tren budaya secara menyeluruh dan kemudian menyesuaikan strategi pemasaran. Dengan merangkul perspektif emic dan etic, dunia usaha dapat mengembangkan strategi pemasaran yang sensitif secara budaya dan efektif dalam menarik konsumen Indonesia.

Oleh:

DR. Rudolf Tjandra

CEO/Presiden Direktur PT Sasa Inti

(Fitria Dwi Astuti )

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement