Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Usai Membenturkan Kepala ke Dinding Tahanan, Ibu Bunuh Anak Jalani Visum Psikiatrikum

Danandaya Arya putra , Jurnalis-Minggu, 10 Maret 2024 |17:02 WIB
Usai Membenturkan Kepala ke Dinding Tahanan, Ibu Bunuh Anak Jalani Visum Psikiatrikum
Ilustrasi (Foto: Dok Istimewa/Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati, Brigjen Pol Hariyanto menyebut tersangka SNF (26) yang tega membunuh anaknya akan menjalani Visum et Repertum Psikiatrikum (VeRP) selama 14 hari. Yang bersangkutan dilarikan ke RS Polri usai membenturkan kepalanya sendiri ke dinding sel tahanan.

"Tadi malam baru masuk rumah sakit, untuk dilakukan observasi dalam dua minggu ke depan, dalam rangka pemeriksaan visum Psikiatrikum, permintaan tertulis dari penyidik," ujar Hariyanto saat dikonfirmasi, Minggu (10/3/2024).

VeRP merupakan keterangan dari dokter jiwa dalam bentuk surat, yang mana hasilnya akan digunakan untuk kepentingan penegakan hukum. Hariyanto menyebut pemeriksaan itu dilakukan untuk mengetahui sejauh mana kesehatan mental tersangka SNF.

"Iya secara SOP untuk menyimpulkan adanya gangguan mental , diperlukan waktu 2 minggu, saat ini di observasi di RS Polri Insyaallah secara obyektif akan di simpulkan status mental yang bersangkutan," sambungnya.

Sementara itu, kabar SNF dibawa ke RS Polri Kramat jati, mulanya dibenarkan oleh Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Muhammad Firdaus. Dia menyebut pelaku sengaja di tempatkan pada sel khusus.

"Jadi tadi malam pelaku dibawa ke IGD RS Bhayangkara Kramat Jati dikarenakan tersangka membenturkan kepala nya ke dinding sel ruangan tahanan. dia kan sendiri di sel tahanan, diasingkan dari tahanan perempuan lainnya," ujar Firdaus saat dikonfirmasi, Minggu (10/3/2024).

Dia menjelaskan, alasan SNF di tempatkan di sel khusus karena mengidap gejala Skizofrenia. Polisi khawatir yang bersangkutan melukai tahanan lain jika ditempatkan ke dalam satu sel umum.

"Karena dia mengidap terindikasi gejala Skizofrenia. takutnya melukai, dia ada delusi halusinasi, penahanan sudah berjalan dua malam," ujarnya.

Sebagai informasi, Skizofrenia adalah gangguan yang mempengaruhi kemampuan seseorang untuk berpikir, merasakan, dan berperilaku dengan baik. Skizofrenia ditandai dengan pemikiran atau pengalaman yang nampak tidak berhubungan dengan kenyataan, ucapan atau perilaku yang tidak teratur, dan penurunan partisipasi dalam aktivitas sehari-hari.

Sebelumnya, peristiwa ini bisa terungkap berawal adanya seseorang yang datang ke rumah korban untuk bertamu, namun dilarang. Namun, sang tamu memaksa masuk, akhirnya menemukan korban sudah tewas di lantai dua rumahnya dalam kondisi berlumuran darah.

Penemuan mayat ini pun langsung dilaporkan ke petugas keamanan perumahan dan dilanjutkan ke pihak kepolisian Polsek Bekasi Utara dan Polres Metro Bekasi Kota.

Dari hasil olah TKP, petugas menemukan sebilah pisau dapur yang berlumuran darah yang sudah dicuci.

Petugas kemudian mengamankan pisau tersebut sebagai barang bukti. Petugas juga melakukan garis polisi di lokasi dan memintai keterangan tiga orang saksi, salah satunya merupakan orang tua korban.

(Fakhrizal Fakhri )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement