Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kurangi Kepadatan Lalu Lintas, Polri Imbau Masyarakat Manfaatkan Mudik Gratis

Awaludin , Jurnalis-Selasa, 02 April 2024 |23:13 WIB
Kurangi Kepadatan Lalu Lintas, Polri Imbau Masyarakat Manfaatkan Mudik Gratis
Dirgakkum Korlantas Polri, Brigjen R Slamet Santoso (foto: dok ist)
A
A
A

JAKARTA - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mengimbau masyarakat memanfaatkan fasilitas mudik gratis yang disediakan pemerintah, BUMN dan perusahaan-perusahaan swasta. Hal ini karena jumlah pemudik tahun ini tumbuh drastis jauh melebihi penambahan kapasitas jalan.

Hal itu dikatakan oleh Dirgakkum Korlantas Polri, Brigjen R. Slamet Santoso dalam Dialog Publik "Operasi Ketupat dan Strategi Pemerintah Hadapi Mudik Lebaran 2024", di Kemang, Jakarta Selatan, pada Selasa (2/4/2024).

"Dibanding tahun lalu, jumlah pemudik tahun ini naik sekitar 55 persen. Jumlah kendaraan juga meningkat drastis, sementara kapasitas jalan tidak banyak bertambah," kata Slamet dalam keterangannya.

Sebelumnya, Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko dalam sambutan pembukaannya menyatakan tekad Polri untuk mewujudkan mudik lebaran yang ceria dan bermakna tahun ini.

"Polri berkolaborasi dengan stake holders terkait jauh hari mempersiapkan diri dengan berbagai kegiatan untuk mewujudkan mudik yang ceria dan bermakna," terang Trunoyudo.

Kurangi Kepadatan

 

Dorongan untuk memanfaatkan fasilitas mudik gratis, menurut Dirgakkum Korlantas Polri, Brigjen R. Slamet Santoso dimaksudkan untuk mengurangi kepadatan arus lalu lintas.

Sementara itu, Kasubdit Pengendalian Operasional Direktorat Lalu Lintas Jalan Kemenhub, Deny Kusdiana, menambahkan berdasarkan hasil survei sebanyak 193 juta warga diperkirakan akan melakukan pergerakan pada masa mudik dan balik lebaran tahun ini.

"Puncaknya H-2 ada 26 juta kendaraan dan H+3 ada 40,99 juta kendaraan yang bergerak pada saat itu," ungkap Deny.

Karena itu, baik Brigjen Pol. R. Slamet Santoso maupun Deny Kusdiana menyampaikan sejumlah rekayasa lalu lintas, di antaranya larangan beroperasi bagi kendaraan barang mulai 5 - 16 April ini.

Polri juga mengerahkan 155 ribu personelnya untuk melancarkan arus mudik dan balik lebaran tahun ini, serta mengamankan tempat-tempat ibadah dan tempat wisata.

Mengenai daerah yang paling banyak dituju pemudik, Brigjen Pol. R. Slamet Santoso menyebut Jatim, disusul Jateng, dan DIY. Sementara asal pemudik paling banyak dari Jatim dan DKI.

Lalu Direktur Tehnik dan Operasi PT. Jasa Marga Toll Road, Tri Wahyu Subekti mengakui, besarnya kemungkinan arus pemudik menggunakan jalan tol ke arah Jawa (Timur) maupun ke arah Merak (Barat).

Untuk itu, Jasa Marga menyiapkan sejumlah jalan tol fungsional Sadang - Cipunegara, juga Solo - Yogya, dan penambahan lajur jalan tol.

"Kami juga menambahkan fasilitas CCTV untuk memantau kendaraan di jalan-jalan arteri yang terhubung dengan tol," ungkap Tri.

Pengamat Transportasi Publik, Djoko Setijowarmo menyambut baik persiapan-persiapan yang dilakukan oleh Polri, Kemenhun, dan Jasa Marga dalam menyambut lebaran tahun ini.

Ia setuju dengan imbauan Polri agar masyarakat memanfaatkan fasilitas mudik gratis. Namun di sisi lain ia berharap agar pemerintah juga menyiapkan kendaraan di daerah-daerah tujuan pemudik.

"Jangan sampai masyarakat kesulitan melanjutkan perjalanan di lokasi tujuan karena tidak ada kendaraan di sana," pungkasnya.

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement