Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Cerita Pilu WNI di Gaza: Rayakan Lebaran di Tengah Gempuran Serangan Israel

Binti Mufarida , Jurnalis-Kamis, 11 April 2024 |06:28 WIB
Cerita Pilu WNI di Gaza: Rayakan Lebaran di Tengah Gempuran Serangan Israel
Fikri Rofiul Haq. (Foto: iNews)
A
A
A

JAKARTA - Warga Negara Indonesia (WNI) di jalur Gaza Palestina, Fikri Rofiul Haq membagikan cerita pilunya harus merayakan Lebaran Idul Fitri 1445 Hijriah di tengah gempuran serangan zionis Israel yang memasuki hari ke-187 sejak 7 Oktober 2023 lalu.

“Memang sampai hari ini, sudah hari ke-187 agresi militer zionis Israel sudah memasuki 7 bulan Agresi Militer Israel masih belum berhenti atau mereka masih melakukan penyerangan-penyerangan terhadap masyarakat sipil,” ungkap Fikri dalam iNews Room, Rabu (10/4/2024).

 BACA JUGA:

Fikri mengatakan pada bulan Ramadhan Israel tidak menghentikan serangan-serangannya. Bahkan, perbincangan mengenai gencatan senjata tidak ada kabar positif karena pihak Israel tidak menggubris mengenai gencatan senjata yang sebelumnya dikeluarkan oleh DK PBB.

“Karena memang Perdana Menteri juga mengatakan bahwa mereka akan menyerang Kota Rafah yang ada di Jalur Gaza bagian selatan sehingga memang diskusi-diskusi mengenai senjata tidak ada, belum ada kabar baiknya,” ujarnya.

 BACA JUGA:

Meski begitu, kata Fikri, masyarakat muslim yang ada di Jalur Gaza tetap melaksanakan Sholat Idul Fitri pada pukul 06.30 waktu setempat. Namun yang berbeda pada tahun ini dengan tahun yang lalu, masyarakat sebelumnya bisa berkumpul dengan keluarga mereka secara utuh, namun tidak dengan pada Idul Fitri tahun ini banyak anggota keluarga mereka yang sudah meninggal.

Bahkan, kata Fikri, dia mendapatkan kabar dari sosial media, bahwa masyarakat yang ada di Gaza Utara yakni di Kota Jabariyah terpaksa melaksanakan Sholat Idul Fitri di bawah guyuran hujan karena hampir semua masjid yang ada di Gaza Utara sudah hancur akibat gempuran Israel.

“Bahwa kita tahu bahwa jalur utara dan juga Gaza City memang di sana tempat medan pertempuran sehingga banyak bangunan-bangunan yang sudah hancur dan juga tidak bisa ditinggali oleh masyarakat sipil,” ujarnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement