Diceritakan Holik, leluhurnya pada zama dulu melakukan hal tersebut sengaja agar silaturhami tetap terjaga antar sesama.
"Tujuan untuk mempererat silaturahmi, dimana pada zaman dulu warga senang dengan petasan sehingga diambilah petasan sebagai alat pemangil warga agar segera berkumpul untuk melakukan doa bersama di kuburan," tuturnya.
Menurutnya, sampai zaman sekarang tradisi itu tetap lestari oleh para penerusnya.
"Ya sekarang seperti biasa setelah sholat idul fitri warga berkumpul di kuburan lalu melakukan doa bersama baru petasan di bakar setelah itu warga maaf-maafan antar sesama," pungkasnya.
(Angkasa Yudhistira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.