"Diintimidasi bahkan diperiksa selama enam jam di kantor Polda dan ketika diperiksa itu diawali dengan cerita ini politik," kata Hasto.
Hasto menilai bahwa tindakan serupa menandakan telah dilemahkannya hukum di Indonesia demi kepentingan politik tertentu. Oleh karenanya ia kemudian kembali menyinggung pentingnya mendorong hak angket.
"Ketika suatu negara tidak ada supremasi hukum, ketika meritokrasi kemudian dihancurkan dengan nepotisme dan di depan mata muncul begitu banyak giant corruption yang terjadi terhadap sektor pertambangan yang seharusnya untuk kesejahteraan rakyat. Maka, ini semakin memperkuat hak angket itu," pungkasnya.
(Fahmi Firdaus )