JAKARTA - Mooryati Soedibyo, Wakil Ketua II Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Periode 2004-2009 sekaligus pendiri Mustika Ratu meninggal dunia pada Rabu (24/4/2024) dini hari. Ia meninggal dunia di usia 96 tahun.
Perempuan kelahiran 5 Januari 1928 itu merupakan perempuan yang tersohor dalam dunia kecantikan. Mooryati Soedibyo adalah salah satu pencetus ide kontes pemilihan Puteri Indonesia yang digelar setiap tahun.
Dihimpun dari berbagai sumber, di antaranya wikipedia, Mooryati Soedibyo pernah tercatat oleh MURI sebagai peraih gelar doktor tertua di Indonesia dan sebagai "Empu Jamu".
Dengan peran dan prestasi yang miliki membuatnya masuk sebagai urutan nomor 7 dalam daftar 99 wanita paling berpengaruh di Indonesia 2007 versi majalah Globe Asia.
Semasa hidupnya, Cucu Sri Susuhunan Pakoe Boewono X Keraton Surakarta ini memang terkenal dengan segala hal yang berkaitan dengan kecantikan, jamu tradisional, dan lingkungan keraton. Tak heran, dirinya sejak usia 3 tahun ia tinggal di Keraton Surakarta yang dikenal sebagai sumber kebudayaan Jawa.
Selama tinggal di keraton, dirinya mendapat pendidikan secara tradisional yang menekankan pada tata krama, seni tari klasik, kerawitan, membatik, ngadi saliro ngadi busono. Kemudian, mengenal tumbuh-tumbuhan berkhasiat, meramu jamu, dan kosmetika tradisional dari bahan alami, bahasa sastra Jawa, tembang dengan langgam mocopat, aksara Jawa Kuno, dan bidang seni lainnya.
Hobinya dalam meminum jamu sejak belia dikembangkan menjadi usaha pada 1973. Ramuan jamu resep Keraton Surakarta yang semula diberikan kepada teman-temannya, akhirnya berubah menjadi bisnis.
Bisnisnya berkembang hingga produknya mulai diekspor ke kurang lebih 20 negara, di antaranya Rusia, Belanda, Jepang, Afrika Selatan, Timur Tengah, Malaysia dan Brunei. Bahkan, menjadi 800 buah produk, mulai dari balita, umum, super, dan premium.
Diawali dengan produk untuk orangtua sampai dengan remaja puterinya. Tak lepas dari dunia kecantikan, Mooryati Soedibyo meluncurkan ajang Puteri Indonesia pada 1992.
Ia mengembangkannya usai menyaksikan acara Miss Universe di Bangkok pada Mei 1992. Dari berbagai seminar dan kunjungan ke luar negeri, timbul keinginan membuat wanita Indonesia percaya diri tampil di dunia internasional, hingga ia membuat ajang Puteri Indonesia.
Mooryati Soedibjo kemudian mengeluarkan ide tersebut ke Badan Pengembangan Ekspor Nasional, dan disetujui hingga membentuk Yayasan Puteri Indonesia dan menjadi Ketua Umum. Namun, ajang Pemilihan Puteri Indonesia tak sepenuhnya disetujui masyarakat.
Kendati berpolemik hingga sekarang, ajang Pemilihan Puteri Indonesia sudah digelar hingga enam kali. Meski, pernah vakum selama 3 tahun (1997,1998,1999) dan pada 2021 karena kondisi dan situasi negara yang dilanda pandemi Covid-19.
Mooryati Soedibyo tutup usia pada Rabu dini hari tadi pukul 1.00 WIB dini hari pada usia 96 tahun. Jenazah disemayamkan di rumah duka Jalan Mangunsarkoro Nomor 69, Menteng, Jakarta Pusat.
Rencananya akan berangkat ke pemakaman/tempat peristirahatan terakhir di Tapos, Bogor dari rumah duka setelah Ba'da Dzuhur.
Dalam pesan tersebut juga menyampaikan apabila almarhumah mempunyai kesalahan dan kekhilafan baik tutur kata, tindak tanduk semasa hidupnya,mohon di maafkan dan semoga husnul khotimah.
Almarhum meninggalkan keluarga di antaranya, Djoko Ramiadji Msc (anak), Merinda Rubianti (mantu), Putri Kus Wisnu Wardani (anak), Dewi Nurhandayani (anak), Gatot Kalbuadi (mantu), Haryo T.Baskoro (anak), Yulita Warastuti (anak) serta cucu dan cicit.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.