BEKASI - Kepala Desa Karang Asih, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi Samsu Dawam membenarkan Aep (30) yang menjadi saksi kunci dalam tragedi kasus Vina dan Eky warganya. Ia juga menyatakan Aep pernah bekerja di Cirebon.
"Dari kecil memang Aep ini sudah tinggal di Desa kami sehingga sekarang sampai besar, satu itu dia memang pernah cari-cari kerja atau di ajak temannya usaha di luar daerah di Cirebon," kata Cacu sapaannya, Jumat (24/5/2024).
Cacu mengatakan, kesibukan Aep saat ini membantu petugas sosial kesehatan masyarakat di Desa Karang Asih.
"Hampir empat tahun ini semenjak saya menjabat di desa, dia bantu-bantu kami di bidang sosial kesehatan masyarakat," ucapnya.
Cacu mengungkapkan akhir-akhir ini memang jagat maya dihebohkan dengan kasus Vina Cirebon yang kembali viral. Bahkan, ia tak menduga saksinya salah satu warganya.
"Saya juga kaget dengan adanya berita ini dan apa lagi memang kasus Vina ini luar biasa viral, dan ternya yang tidak kami sangka-sangka saksinya ini adalah warga kami dan memang sebagai kerja petugas sosial kami," terangnya.
Meski begitu, kata Cacu, sebagai kepala desa Ia siap mendampingi Aep dalam saksi kasus Vina dan Eky.
"Insya Allah saya sebagai kepala desa yang mempunyai tanggung jawab terhadap warga kami jadi kami siap untuk dampingi warga Aep ini," ujarnya.
Sebelumnya diberitakan, kasus pembunuhan dan pemerkosaan Vina Cirebon kembali ramai setelah diangkat ke layar lebar dengan judul film ‘Vina: Sebelum 7 Hari’. Kasus Vina kembali ramai diperbincangkan dan menjadi sorotan publik. Tragedi pilu yang terjadi 8 tahun lalu tersebut ternyata masih menyisakan misteri.
Kasus pembunuhan Vina bersama kekasihnya Eky di Cirebon itu, bahkan dinilai banyak kejanggalan meskipun 8 orang pelaku telah ditangkap dan divonis bersalah.
Seorang pemuda bernama Aep (30) warga asal Kampung Pilar Barat, Desa Karang Asih, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, menjadi saksi kunci kronologi tragedi peristiwa tersebut. Ia juga mengaku melihat peristiwa awal saat kejadian.
“Dari 2016 (diperiksa polisi jadi saksi),” kata Aep saat ditemui di Cikarang Bekasi, Kamis (23/5/2024).
Pada saat itu, Aep merupakan seorang pekerja di salah satu bengkel cuci mobil yang lokasinya tak jauh dari Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Cirebon.
Peristiwa kasus Vina terjadi sekitar pukul 23.00 WIB. Saat peristiwa berlangsung dirinya sedang berada di sebuah warung dekat lokasi kejadian.
Saat itu, dia melihat korban melintas dengan sepeda motor dan tak lama dilempari batu oleh kelompok remaja yang sedang kumpul di dekat lokasi kejadian.
“Kejadian itu kebetulan saya lagi di warung terus ada pengendara motor yang berseragam XTC lewat terus langsung dilempari batu,” ucap Aep.
Setelah itu, Aep melihat sekelompok remaja itu mengejar korban. Dia memperkirakan jumlah remaja itu ada sekitar 8 orang.
“Terus dikejar-kejar. Di situ juga anak-anak ada sekitaran 8 orang. Cuma yang memepet itu ada 4 motor,” ujarnya.
Aep yang merasa takut pun langsung meninggalkan lokasi. Dia mengaku setelah itu tak tahu lagi peristiwa apa yang terjadi dengan Vina dan kekasihnya. Meski begitu, Aep memastikan bahwa kematian Vina dan kekasihnya bukan karena kecelakaan.
“Enggak (bukan kecelakaan) memang itu yang saya lihat,” tegas Aep.
Aep mengaku, dirinya tidak mengenal para pelaku yang mengejar Vina dan kekasihnya pada saat kejadian. Namun, dia sering melihat para pelaku kumpul di depan tempat tongkrongan yang ada di depan tempat kerjanya.
“Ya cuma mengenal wajah (pelaku) saja cuma nama-nama saya tidak tahu. Gak ada (hubungan) sebatas teman tidak ada. Ini saya tahu aja itu anak-anak sering nongkrong di sana depan bengkel saya,” ucapnya.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.