Warga mengatakan kepada Reuters bahwa tank-tank Israel telah melancarkan serangan ke pusat Rafah dan lebih jauh ke barat sebelum mundur ke wilayah timur dan selatan.
Menurut PBB, selain membuat warga sipil terpaksa mengungsi, operasi Rafah juga mengakibatkan jumlah bantuan kemanusiaan yang masuk ke Gaza berkurang dua pertiganya.
Mesir telah menutup perbatasan Rafah sejak pasukan Israel menguasai wilayah Gaza hampir sebulan yang lalu dan PBB mengatakan terlalu berbahaya untuk mencapai perbatasan Kerem Shalom dengan Israel.
“Di Gaza, menyalurkan bantuan menjadi hampir mustahil,” kata Kepala kemanusiaan PBB Martin Griffiths kepada wartawan pada Selasa (4/6/2024).
“Kami ingin semua penyeberangan perbatasan dibuka. Kami membutuhkan akses yang aman dan tanpa hambatan. Kita perlu memprioritaskan bantuan kemanusiaan,” lanjutnya.
Dia berbicara setelah sekelompok ahli independen memperingatkan dalam sebuah laporan bahwa mungkin kelaparan sedang terjadi di Gaza utara. Namun, Jaringan Sistem Peringatan Dini Kelaparan (FEWS NET) yang didanai AS mengatakan permusuhan dan kendala akses telah menghambat pengumpulan data untuk membuktikan hal tersebut.
Sebuah penilaian yang didukung PBB memperkirakan pada bulan Maret bahwa 1,1 juta orang di seluruh Gaza menghadapi bencana kelaparan dan kelaparan akan segera terjadi di wilayah utara pada bulan Mei. Israel membantah laporan tersebut, dengan mengatakan bahwa laporan tersebut mengandung kelemahan faktual dan metodologis.
(Susi Susanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.