DHAKA - Hari Kemerdekaan Afghanistan dirayakan setiap tahun pada tanggal 19 Agustus untuk memperingati Perjanjian Rawalpindi yang ditandatangani pada tahun 1919 antara Inggris dan Afghanistan. Perjanjian tersebut mengembalikan kedaulatan penuh kepada negara tersebut.
Dikutip dari CPSC dan Tolo News, “Jeshn”, hari Afghanistan atau hari Kemerdekaan adalah kesempatan untuk merayakan masa lalu yang gemilang dan kebanggaan nasional negara tersebut. Hari tersebut merupakan hari libur nasional, dan dirayakan dengan sangat antusias. Pidato presiden kepada bangsa, parade militer, pertunjukan kostum nasional negara tersebut dan tarian nasional, atan, adalah beberapa kegiatan yang menandai perayaan Hari Kemerdekaan. Periode Jeshn juga sering digunakan untuk pengumuman kebijakan utama.
Afghanistan tidak pernah secara resmi menjadi bagian dari Kekaisaran Inggris, namun, mengingat kepentingan Inggris di wilayah tersebut, kedua negara tersebut terlibat dalam tiga perang Inggris-Afghanistan antara tahun 1839 dan 1919. Inggris memenangkan perang Inggris-Afghanistan kedua, yang terjadi antara tahun 1878 dan 1880. Kemenangan ini memberi Inggris kendali atas kebijakan luar negeri Afghanistan serta banyak wilayah internal.
Setelah perang Inggris-Afghanistan ketiga, Perjanjian Rawalpindi atau Perjanjian Inggris-Afghanistan tahun 1919 ditandatangani. Perjanjian tersebut menegaskan kembali Garis Durand, batas internasional antara Afghanistan dan Pakistan. Awalnya, perbatasan ini ditetapkan pada tahun 1893, antara perwakilan India Inggris dan Afghanistan untuk membatasi wilayah pengaruh mereka.
Penegasan kembali perbatasan ini menyebabkan Inggris meninggalkan klaim mereka atas Afghanistan, dan memungkinkan negara tersebut untuk mendeklarasikan kemerdekaannya sepenuhnya.
Bendera Afganistan, yang juga dikenal sebagai bendera raja, diadopsi pada tanggal 4 Januari 2004. Bendera ini mirip dengan yang dikibarkan selama pemerintahan monarki pada tahun 1930-1973. Satu-satunya perbedaan antara kedua versi tersebut adalah penambahan Syahadat di bagian atas lambang negara, yaitu di bagian tengah.
Bendera Afganistan terdiri dari tiga garis vertikal berukuran sama, yaitu hitam, merah, dan hijau. Di bagian tengah bendera terdapat lambang negara berwarna putih yang menggambarkan sebuah masjid dengan mihrab menghadap ke Mekkah. Dua berkas gandum mengelilingi lambang negara. Bagian atas lambang negara ini memiliki Syahadat, yang berarti "Tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah nabi-Nya, dan Allah Maha Besar." Di bagian bawah lambang negara ini, tertulis kata-kata Afganistan dan tahun 1298 (kalender matahari).
Warna merah bendera melambangkan keutamaan keberanian dan kepahlawanan, dan juga memuliakan pertumpahan darah dan pengorbanan untuk meraih kebebasan; hijau melambangkan harapan dan kemakmuran; hitam melambangkan era ketika negara itu dikalahkan oleh kendali Inggris setelah perang Inggris-Afghanistan kedua.
(Susi Susanti)