JAKARTA - Pengamat Politik, Ray Rangkuti heran dengan pasangan Cagub-cawagub Jakarta Dharma Pongrekun-Kun Wardana yang tak naik secara elektabilitas di sejumlah survei. Padahal, mereka mendapatkan dukungan awal sebelum pendaftaran di Pilkada Jakarta 2024 yakni 600 ribu KTP warga yang menyatakan dukungannya.
"Kenapa seorang yang sudah mendapatkan dukungan awal dari pemilih ini independen tapi justru tak naik di survei," ujar Ray di program Interupsi Inews TV, Kamis (5/9/2024).
Menurutnya, tak naiknya elektabilitas Dharma-Kun di survei-survei merupakan hal menarik. Pasalnya, umumnya orang yang mau memberikan dukungan secara personal itu memang orang relatif yang dikenal publik.
"Misal di kasus 2017 lalu, kan Ahok (Basuki Thahja Purnama) mau jalan dan belum ada partai saat itu. Cuma karena Ahok memang relatif popular, dengan sangat mudah Ahok mengumpulkan lebih dari persyaratan, lebih dari 800 ribu tanda tangan, KTP, hampir setara dengan 20 sekian persen dari warga Jakarta," tuturnya.
Secara elektabilitas di survei-survei, kata dia, nama Ahok naik, sedangkan dalam kasus Dharma-Kun, justru namanya tak naik secara elektabilitas. Faktanya, keduanya telah mendapatkan dukungan 600 ribu lebih dan lolos di KPU.