Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Warga Pasir Jambu Bandung Dihebohkan Penemuan Mayat Penjaga Vila

Agi Ilman , Jurnalis-Senin, 09 September 2024 |13:15 WIB
Warga Pasir Jambu Bandung Dihebohkan Penemuan Mayat Penjaga Vila
Garis polisi dipasang di lokasi penemuan mayat penjaga vila (Foto : MNC Media)
A
A
A

BANDUNG - Warga Kampung Haurgantung, Desa Tenjolaya, Kecamatan Pasir Jambu, Kabupaten Bandung digegerkan dengan penemuan mayat seorang laki-laki di sebuah vila pada, Senin (9/9/2024). Mayat laki-laki yang ditemukan terlentang ini diketahui berinisial MRM (52) yang merupakan penjaga vila tersebut. 

Kapolsek Pasir Jambu, AKP Aa Suminta membenarkan adanya penemuan mayat tersebut yang ditemukan pukul 10.00 WIB.

"Iya telah ditemukan mayat seorang laki-laki di dalam Villa dalam keadaan sudah meninggal dunia dengan posisi Terlentang," ujarnya saat dikonfirmasi.

Aa menjelaskan, penemuan mayat itu berawal dari adanya laporan saksi bernama Agus (32) yang merupakan Tetangga didekat Villa korban berada.

Kemudian Agus pun melaporkan kepada ketua RT dan Kadus IV bahwasanya dirinya tidak pernah melihat Korban selama kurang lebih 10 Hari dari terakhir.

"Jadi biasanya saksi sering bertemu korban karena setiap pagi sering keluar Villa dan Duduk mengobrol dengan Saksi Didekat Villa," jelasnya.

Karena penasaran, akhirnya saksi bersama Kadus IV , dan Ketua RT mengecek keberadaan Korban di Villa dan membuka pintu Villa yang tidak terkunci.

"Nah dari situ saksi mencium Bau yang Menyengat dan melihat mayat yang diduga korban sudah dalam keadaan Membusuk dengan Posisi terlentang diatas Kursi sofa," ungkapnya,

Selanjutnya, saksi langsung melaporkan kejadian tersebut ke Kepala Desa dan Polsek Pasirjambu. Pihak kepolisian pun langsung melakukan olah TKP serta pemeriksaan oleh tim Inafis Polresta Bandung.

 

Dari hasil pemeriksaan tersebut diketahui tidak ditemukan luka akibat senjata tajam atau benda tumpul ataupun tanda-tanda akibat penganiayaan diseluruh tubuh.

Korban diduga meninggal dunia Karena memiliki Riwayat Penyakit Batuk.

"Jadi menurut keluarga, korban yang terakhir mengunjungi pada Bulan Agustus ternyata korban memiliki riwayat penyakit batuk," terangnya.

Pihak keluarga pun menolak untuk dilakukan tindakan autopsi terhadap korban dan menerima kejadian ini sebagai musibah.

"Korban meninggal disebabkan karena Sakit selanjutnya perwakilan pihak keluarga membuat surat pernyataan tidak dilakukan autopsi," pungkasnya.

(Angkasa Yudhistira)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement