Sedangkan untuk Komandan Kopassus menurut Luhut, cukup dijabat perwira bintang satu atau Brigjen, tetapi harus benar-benar seorang komandan yang profesional.
"Bukan komandan yang untuk berlari saja sudah susah payah," ujar Luhut.
Dari hasil perampingan Korps Baret Merah lewat seleksi ketat itu, dilakukan uji coba dalam operasi antigerilya di Timor Timor, sekarang menjadi negara Timor Leste.
Sesuai dengan perkiraan intelijen, ditetapkanlah titik-titik kedudukan musuh di atas peta. Langkah selanjutnya digerakkan lima tim Kopassus yang masing-masing berkekuatan lima orang dengan berbagai spesialisasi seperti penembak runduk, komunikasi, kesehatan, bela diri, dan lainnya.