Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Krisis Politik Berlanjut, Sejumlah Ajudan Presiden Korsel Mengundurkan Diri

Erha Aprili Ramadhoni , Jurnalis-Rabu, 01 Januari 2025 |19:12 WIB
Krisis Politik Berlanjut, Sejumlah Ajudan Presiden Korsel Mengundurkan Diri
Krisis Politik Berlanjut, Sejumlah Ajudan Presiden Korsel Mengundurkan Diri (Ilustrasi/Reuters)
A
A
A

SEOUL - Para ajudan senior Presiden Korea Selatan yang dimakzulkan Yoon Suk Yeol mengajukan pengunduran diri secara massal pada Rabu (1/1/2025). 

Kepala staf Yoon, kepala kebijakan, penasihat keamanan nasional, dan penasihat khusus urusan luar negeri dan keamanan, serta semua sekretaris senior lainnya mengajukan pengunduran diri mereka. Demikian pernyataan kantornya, melansir Reuters.

Para ajudan tersebut telah berulang kali menyatakan niat mereka untuk mengundurkan diri setelah upaya Yoon yang gagal untuk mengumumkan darurat militer pada 3 Desember. Namun, pengunduran diri mereka belum diterima, kata sumber.

Sumber tersebut mengatakan para sekretaris senior telah membantu Choi Sang-mok sejak ia menjabat sebagai penjabat presiden. 

Dua pejabat lainnya mengatakan para ajudan tersebut tidak berpartisipasi dalam operasi pemerintah sehari-hari. Namun, mereka harus melapor kepada penjabat presiden Choi Sang-mok dan menghadiri rapat bila perlu.

Tawaran terbaru para ajudan tersebut datang sehari setelah persetujuan mengejutkan Choi untuk mengisi dua posisi di Mahkamah Konstitusi yang menangani persidangan pemakzulan terhadap Yoon.

 

Hal itu membuat jumlah total hakim menjadi delapan dari sembilan anggota pengadilan. Setiap keputusan dalam kasus Yoon akan memerlukan persetujuan dari sedikitnya enam hakim.

Partai Kekuatan Rakyat yang berkuasa di Yoon mengkritik keputusan Choi sebagai "dogmatis" dan kurang konsultasi .

Menteri Keuangan Choi memangku jabatan sebagai penjabat presiden pada hari Jumat lalu setelah pemakzulan Perdana Menteri Han Duck-soo. Han Duck-soo sendiri menjabat sebagai penjabat presiden sejak 14 Desember ketika Yoon diskors dari kekuasaan.

Yoon menghadapi penyelidikan atas tuduhan bahwa ia memimpin pemberontakan. Pengadilan distrik Seoul pada hari Selasa memberikan persetujuan untuk penangkapannya, yang pertama bagi seorang presiden yang sedang menjabat.
 

(Erha Aprili Ramadhoni)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement